Wanita Kok Jarang Jualan?

Kamis 28 Mar 2019, 07:13 WIB

SEORANG lelaki, dia adalah pedagang pecel lele yang mangkal di kaki lima. Melamar sang kekasih buat dijadikan istri. Tapi, keluarga calon mencibir. “Hemm, calonmu pedagang pecel lele, pecel ayam? Nggak salah,Nih?” ujar satu saudaranya yang pegawai. Dengan penuh senyum, si gadis yang barusan dipinang mengiayakan. Tapi, dia memang nggak komentar banyak. Dia mengikuti saja kata hatinya. Memang sebagai pedagang lele kenapa? Perkawinannya pun berjalan penuh dengan lika-liku. Dalam waktu lima tahun sudah punya mobil dan rumah sendiri. Tahun tahun berikutnya meluas, dia juga buka cabang di beberapa tempat. Begitulah gambaran orang berdagang. Rezekinya bisa datang dari delapan penjuru. Tentu saja, bagi mereka pedagang yang tekun sabar,kerja keras dan nggak selingkuh. Hemm, jadi bolehlah dibandingkan dengan mereka yang sebeluamnya mencibir, si para pegawai yang keren itu, ya jalan di tempatlah. Maka tidak heran jika masyarakat kita, banyak yang memilih usaha berdagang. Usaha dagang apa sajalah, dari makanan, kelontong dan lain-lain keperluan kebutuhan masyarakat. Mereka bukannya nggak kepingin jadi pegawai swasta ataupun PNS, tapi antara lapangan pekerjaan tidak seimbang dengan calon tenaga kerja yang membludak. Nah, berdagang adalah satu usaha yang paling gampang. Yang penting punya modal. Modal semangat dan tentu saja modal uang! Tapi sangat disayangkan, sekarang ini banyak juga yang usaha jual beli narkoba, yang sangat merusak generasi bangsa. Ada juga yang jualan perempuan untuk pelacur. Bisnis bidang ini memang sangat menggiurkan, laris manis dan untungnya besar. Ah, bukan itu Bung,yang dimaksud usaha. Memang benar gede untungnya, tapi gede juga mudaratnya! -massoes


News Update