MRT Untuk Rakyat

Rabu 27 Mar 2019, 06:59 WIB

PENGGUNA Mass Rapid Transit ( MRT) Jakarta kian bertambah. Penumpang terlihat kian sesak, terutama pada saat pulang kerja. Ini mengindikasikan Angkutan Cepat Terpadu Jakarta sudah menjadi bagian dari aktivitas warga Jakarta dan sekitarnya untuk berangkat dan pulang kerja. Penumpang pun merasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh petugas ( awak ) MRT di setiap stasiun. Begitu juga moda terpadu yang diberi nama “Ratangga” ini dapat membuktikan sebagai kereta cepat dan tepat waktu. Pemantauan Pos Kota, Selasa ( 26/03/ 2019) kemarin, waktu tempuh dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus tak sampai setengah jam, tepatnya 27 menit, 58,95 detik dengan tarif Rp 14.000. Soal tarif juga sudah klir antara eksekutif dan legislatif. Pemprov dan DPRD DKI Jakarta telah sepakat tarif dasar MRT sebesar Rp3.000 yang selanjutnya akan naik sebesar Rp1.000 untuk stasiun berikutnya. Sebut saja tarif Lebak Bulus-Fatmawati Rp 4.000, Lebak Bulus-Cipete Raya Rp 5.000, Lebak Bulus-Haji Nawi Rp 6.000, Lebak, Bulus-Blok A Rp 7.000 dan Lebak Bulus-Blok M Rp 8.000, Begirtu juga Fatmawati-Cipete Raya Rp 4.000, Fatmawati-Haji Nawi Rp 5.000, Fatmawati-Blok A Rp 6.000 dan Fatmawati-Blok M Rp 7.000. Begitu seterusnya bertambah Rp1.000 pada setiap stasiun berikutnya. Besarnya tarif ini sudah final dan akan diberlakukan mulai 1 April mendatang. Penentuan tarif ini tentu saja sudah berdasarkan berbagai pertimbangan di antaranya kondisi perekonomian masyarakat.Tak mengherankan jika tarif ini masih disubsidi pemerintah provinsi sebagai pengelola MRT Jakarta. Yang perlu menjadi perhatian kita adalah pelayanan tidak akan kendor, meski tarif masih disubsidi. Hal lain aadalah penangangan masalah teknis pelayanan setelah MRT sudah penuh sesak seperti KRL ( Kereta Rel Listrik) atau Commuter Line. Sebab, tidak menutup kemungkinan MRT pada saatnya akan disesaki penumpang, sementara rangkaian kereta yang tersedia sangat terbatas. Jangan sampai penumpang berdesakan, di sisi lain pelayanan bukannya bertambah baik, tapi kian merosot. Kita sepakat MRT untuk rakyat, bukan semata kepentingan bisnis dan politis. Sebagai angkutan massal, MRT memiliki fungsi sosial dengan tetap memperhatikan kenyamanan, keamanan serta kemampuan ekonomi masyarakat. (*).


News Update