KEMARIN (24/3), kampanye terbuka dimulai hingga 13 April 2019. Melalui kampanye ini dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berharap elektabilitasnya semakin terdongkrak. Jokowi mengawali kampanye terbuka di wilayah Banten. Bersama Ma’ruf, calon presiden nomor urut 01 itu berada di Ciceri, Serang, sejak siang hingga sore hari. Sementara pasangan nomor urut 02 memulai kampanye terbuka di lokasi berbeda. Prabowo kampanye di Manado, Sulawesi Utara, dan dilanjutkan ke Makassar, Selawesi Selatan. Sedangkan Sandiaga di Sragen, Jawa Tengah. Kehadiran calon presiden dan wakil presiden baik nomor urut 01 maupun 02 disambut antusiasme rakyat. Mereka berbondong-bondong memadati lokasi tempat kampanye terbuka. Harapan rakyat dengan hadir pada kampanye terbuka bisa mendapatkan informasi secara langsung baik visi maupun misi dari calon presiden dan wakil presiden yang bakal menjadi nahkoda Indonesia pada periode 2019-2024 itu. Merujuk harapan rakyat tentunya calon presiden maupun wakil presiden sebaiknya memanfaatkan momentum kampanye terbuka dengan maksimal untuk memaparkan program kerjanya bila kelak dipercaya memimpin negeri gemah ripah loh jinawi ini. Kampanye terbuka jangan digunakan sekadar hura-hura atau memobilisasi massa ke lapangan untuk show of force. Manfaatkanlah pelaksanaan kampanye rapat umum pemilu ini untuk meyakinkan rakyat terhadap program-programnya. Sajikan dalam rapat umum pemilu itu kampanye inovatif dan kreatif yang berbeda dari sebelumnya. Cara ini dipastikan akan lebih menarik massa atau menebalkan rasa kepercayaan rakyat. Seiring dengan itu tentu akan bisa mendongkrak elektabilitas masing-masing calon. Lebih jauh lagi bisa menggiring rakyat yang sebelumnya antipati dengan pilpres atau pileg alias golput tergugah dan mendatangi tempat pemungutan suara pada 17 April 2019 nanti. Selain itu, dalam pelaksanaan kampanye terbuka, baik calon presiden, wakil presiden maupun para jurkam tidak mengeluarkan statemen atau menyuguhkan kegiatan yang memicu saling serang antarpendukung. Semua pihak harus menjaga harmonisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dan untuk publik, dalam kondisi apapun diharapkan tetap bersikap dewasa. Beda pilihan boleh, tapi jangan saling bermusuhan sehingga persatuan dan kesatuan di negeri yang kita cintai ini tetap terjaga. @*
Jaga Harmonisasi
Senin 25 Mar 2019, 06:50 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update