Soal Wagub DKI Tunggu Apa Lagi

Sabtu 02 Mar 2019, 04:59 WIB

KITA tak menduga pengisian kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno, memakan waktu yang begitu lama hingga enam bulan. Awalnya publik berharap proses pergantian cukup efektif, baik dari segi waktu maupun prosesnya. Meski tidak ada batasan waktu, tetapi masyarakat, khusus warga ibu kota berharap proses segera terselesaikan. Apa pun alasannya, kursi jabatan yang terlalu lama dikosongkan berdampak kurang baik bagi kelangsungan sebuah organisasi, apalagi jabatan strategis sebagai wakil gubernur ibu kota negara. Kita bersyukur setelah melalui proses berliku, melalui prosesur yang berlaku, akhirnya dua nama calon wakil gubernur, Jumat (1/3/2019) kemarin diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Seperti dikatakan Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta, Sakhir Purnomo, yang mewakili Pimpinan PKS dan Gerindra DKI Jakarta, kedua nama calon wagub adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Agung Yulianto sekarang sebagai Sekretaris DPW PKS DKI , sedangkan Ahmad Syaikhu, mantan walikota Bekasi yang juga ketua DPW PKS Jawa Barat. Kedua calon tersebut bukanlah nama baru, tetapi kedua kandidat yang sudah lama dirumuskan oleh PKS DKI Jakarta. Kedua nama tersebut bukan muncul tiba –tiba, tetapi sudah melalui kajian dan rumusan parpol pendukung yang berhak mengajukan calon pengganti Sandi. Keduanya dipilih karena cukup mumpuni, sebagai kader terbaik yang dinilai saat ini layak mendampingi Anies memimpin Jakarta. Dalam berbagai kesempatan Anies sendiri telah menunggu nama yang diusulkan parpol pendukung sebagai pengganti Sandi. Begitu nama diserahkan, sesegera disampaikan kepada pimpinan DPRD untuk dilakukan proses penetapan. Kita berharap, semua pihak termasuk kalangan DPRD DKI segera merespons proses berikut sebagaimana mekanisme yang berlaku. Sikap proaktif masing – masing pihak demi lancar dan suksesnya penetapan hingga pelantikan wagub. Kita berkejaran dengan waktu yang begitu mendesak, mengingat kalangan dewan juga mesti fokus kepada pemilihan legislatif bulan depan. Belum lagi pilpres. Jika terdapat niat yang suci demi kemajuan dan kepentingan bersama, maka rintangan apa pun dapat tersingkirkan. Satukan hati dan pikiran dengan satu tujuan, segera isi kursi wagub DKI demi kelancaran pembangunan ibukota negeri tercinta. Makin lama kursi wagub kosong sejak ditinggalkan Sandi Uno, 27 Agustus tahun lalu, kian mengundang tanya yang dapat merugikan semua. ( *).


News Update