Menanti Tarif MRT

Kamis 28 Feb 2019, 08:20 WIB

MRT (Mass Rapid Transit) dijadwalkan beroperasi akhir Maret 2019. Memuluskan atau agar tak ada kendala saat beroperasi, mulai 12 Maret, kereta angkutan massal itu diujicoba. Meski tinggal sebulan lagi angkutan massal itu beroperasi, tetapi tarifnya tak kunjung ditentukan. DPRD DKI Jakarta hingga kini belum menyentuh usulan tarif kereta MRT yang diajukan Gubernur Anies Baswedan, apalagi membahasnya. Sesuai dengan data, ada dua usulan tarif yang sudah disampaikan ke Dewan. Usulan pertama tarif MRT Rp8.500 per 10 kilometer dengan komponen Rp1.500 biaya tetap ditambah Rp7000. Untuk pemenuhan itu, Pemprov DKI Jakarta menyubsidi Rp365 miliar per tahun. Usulan kedua adalah tarif Rp10.000 per 10 kilometer dengan subsidi dari Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp338 miliar. Sementara itu, jarak tempuh kereta MRT lebih kurang 16 kilometer yakni Lebak Bulus – Bundaran HI. Belum dibahasnya tarif kereta MRT oleh Dewan membuat Anies gelisah. Ia mendesak wakil rakyat Jakarta ini memilih tarif yang sudah diusulkan, sehingga bisa segera ditetapkan dan diumumkan ke publik. Pembahasan usulan tarif kereta MRT sudah seharusnya cepat dilakukan DPRD. Sebab, Anies tidak bisa memberlakukan tarif angkutan massal itu tanpa persetujuan Dewan, karena uang subsidinya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) alias uang rakyat. Tanggalkan kesibukan di luar legislasi dahulu dan fokus membahas kepentingan rakyat yang diwakili, termasuk tarif kereta MRT. Jangan sampai operasional angkutan massal ini molor. Kehadiran kereta MRT di Jakarta sudah sangat ditunggu publik. Maklum, ibukota dengan jumlah penduduk pada siang hari yang mencapai 12 juta orang, mutlak membutuhkan angkutan massal berjenis ini. Hanya saja saat membahas tarif kereta MRT, selain eksekutif dan legislatif, libatkan juga komponen masyarakat yang memahami anatomi transportasi massal, seperti Dewan Transportasi Kota, dan lainnya. Langkah ini setidaknya agar persetujuan seputar besaranya tarif lebih akurat. Kini publik menanti kereta MRT beroperasi. Stakeholder segeralah memutuskan kebijakan akurat yakni tarif angkutan massal yang terjangkau warga kebanyakan. @*


News Update