Atasi Sampah dari Sumbernya

Rabu 27 Feb 2019, 06:55 WIB

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta masih memiliki waktu dua tahun untuk menyiapkan diri mengelola sampah secara mandiri, sebelum Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat tak bisa lagi digunakan. Perkiraan waktu dua tahun itu akibat daya tampung TPST Bantar Gebang yang semakin menyusut. Dari total daya tampung sekitar 49 juta ton , yang sudah terisi 39 juta ton lagi. Artinya hanya tersisa sekitar 10 juta ton. Dengan produksi sampah yang setiap hari rata – rata 7.400 ton, maka diprediksi tahun 2021 TPST Bantar Gebang sudah penuh. Cepat atau lambat masalah sampah di Jakarta akan menambah masalah, jika tidak dikelola secara mandiri. Membuang sampah ke Bantar Gebang, sebenarnya solusi instan. Ini hanya bersifat sementara. Solusi permanen yang sangat dibutuhkan bagaimana mengelola sampah menjadi bagian dari budaya bersih diri, bersih keluarga, bersih lingkungan. Kesadaran semacam ini yang perlu dibangun. Tidak dapat dipungkiri, kesadaran masih jauh dari harapan. Sebut saja, masih adanya sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan sehingga berdampak kepada kerusakan lingkungan, banjir dan menghancurkan ekosistem. Edukasi tiada henti harus dilakukan kepada masyarakat. Tidak kalah pentingnya edukasi dalam mengelola sampah dari sumbernya. Sumber sampah sehari- hari masyarakat berasal dari rumah tangga (keluarga). Meski ada sampah yang bersumber dari industri ( pabrik), tetapi yang terlihat sehari – hari adalah samoah rumah tangga. Kalau saja masalah sampah dapat diatasi dari sumbernya, persoalan sampah lingkungan dapat terselesaikan sejak awal. Di luar membangun kesadaran masyarakat lebih peduli mengelola sampah dari sumbernya, pemerintah daerah juga wajib menyediakan sarana dan prasaran serta infrastruktur untuk mengolah sampah menjadi nilai ekonomi tinggi. Sehingga sampah bukan mendatangkan masalah, tapi membawa berkah.(*)


News Update