Audit Menyeluruh Bus Transjakarta

Kamis 21 Feb 2019, 07:25 WIB

ANEKA persoalan membekap bus Transjakarta. Selain kecelakaan, kebakaran juga sering terjadi pada buskota bebas hambatan ini. Contohnya pada Senin, 18 Februari 2019 malam, satu armada itu hangus dimangsa api. Peristiwa nahas terbakarnya Bus Transjakarta koridor III Kalideres-Pasar Baru itu di Jalan Pos, tepatnya seberang Pasar Baru, Sawah Besar, Jakpus. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi pengemudinya dirawat di rumah sakit karena sesak napas akibat menghirup asap tebal dan hitam yang keluar dari bus tersebut. Terhadap peristiwa ini, PT Transjakarta mengambil langkah tegas. Tak kurang dari 68 armada sejenis dengan bus nahas itu dibekukan operasionalnya. Pembekuan operasional dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah ini patut diapresiasi. Selain untuk mengevaluasi, khususnya terhadap bus yang sama dengan armada naas itu, pembekuan operasional bagian upaya mencegah terulang kembalinya peristiwa serupa. Apalagi armada yang terbakar kabarnya masih berusia muda dan baru beroperasi dua tahun. Hanya saja PT Transjakarta dalam mengevaluasi diharapkan tidak hanya berhenti sampai pada armada dengan merek dan ukuran yang sama saja, tetapi harus seluruh bus. Sebab, peristiwa kebakaran yang menimpa buskota bebas hambatan itu bukan ini kali saja terjadi. Sebelumnya, tepatnya pada Minggu, 9 September 2018 petang, bus Transjakarta jurusan Kampung Melayu - Pulogebang juga terbakar di Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Cipinang, Jaktim. Rentetan musibah kebakaran yang menimpa bus Transjakarta harus dijadikan pegangan operator maupun regulator untuk memeriksa seluruh armada buskota primadona warga Jakarta. Auditlah secara menyeluruh penyebab terjadinya bus Transjakarta terbakar. Apakah peristiwa nahas itu disebabkan human error, beban kerja bus yang berat atau ada faktor lain seperti rancangan armada yang kurang pas?. Semua persoalan tentu harus dicarikan solusi jitu. Jangan sampai persoalan kebakaran armada Transjakarta memudarkan animo warga ibukota dan sekitarnya naik bus bebas hambatan yang sudah dioperasikan sejak tahun 2004 itu. Sejak awal beroperasi hingga kini sekitar 1.300 armada Transjakarta telah menggelinding di Jakarta. Dan setahun tak kurang dari 189, 77 juta warga naik buskota bebas hambatan tersebut. Agar bus Transjakarta tetap menjadi primadona atau menjadi pilihan warga dalam bertransportasi, sudah seharusnya pengelola meningkatkan pelayanan, kenyamanan dan keamanan, termasuk mengatasi terjadinya kebakaran armada. @*


News Update