Siaga Hadapi Serangan DBD

Selasa 29 Jan 2019, 04:47 WIB

WABAH demam berdarah dengue (DBD) melanda sejumlah daerah di Indonesia. Penyakit berbahaya tersebut kini mengintai warga Jakarta dan sekitarnya. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta kini menempatkan penyakit ini pada level waspada Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD pada Februari hingga Maret 2019, bertepatan dengan puncak musim hujan. Pekan ini tercacat ada 613 kasus DBD di seluruh wilayah Ibukota. Dibanding tahun lalu dengan periode sama, jumlah kasus DBD awal tahun ini meningkat tiga kali lipat. Awal tahun lalu tercatat ada 198 kasus. Tahun ini kasus serangan penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti mendekati jumlah kasus pada 2017 yang saat itu mencapai 665 kasus. Seperti diketahui, tahun 2017 Jakarta berada pada level ‘darurat DBD’. Lima wilayah di Jakarta termasuk endemik terserang DBD. Begitu pula daerah penyangga seperti Bekasi, Tangerang dan Depok. Di Depok demam berdarah menyerang penduduk di 54 kelurahan, dan 314 warga dirawat di rumah sakit. Sedangkan di Bekasi tercatat 75 kasus, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 45 kasus. Dipresdiksi kasus penderita demam berdarah meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan dan potensi berkembang biaknya nyamuk penebar virus dengue. Perang melawan serangan nyamuk mematikan ini mau tidak mau harus gencar dilakukan. Guna menekan serangan DBD semua komponen harus siaga, baik pemerintah maupun masyarakat. Tindakan preventif di wilayah endemik harus terus gencar dilakukan melibatkan warga, baik melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kader jumantik, menjaga lingkungan maupun dengan cara tradisional. Seperti di Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, lurah setempat dan masyarakat setempat memanam ribuan pohon Lavender pengusir nyamuk. Cara lainnya, masyarakat menyiapkan rajangan pohon sereh yang diyakini aromanya bisa mengusir nyamuk. Cara lainnya yang perlu disosialisasi yaitu mamasukkan irisan buah kecombrang ke dalam bak air agar jentik nyamuk tidak berkembang. Langkah yang dilakukan warga patut diapresiasi. Di sisi lain, Pemprov DKI harus memastikan kesiapan menangani pasien demam berdarah, baik kesiapan rumah sakit maupun stok darah dari PMI. Kita berharap Jakarta tidak masuk pada level darurat DBD. **


News Update