CUACA di berbagai wilayah di Indonesia masih ekstrem. Di wilayah Jabodetabek, cuaca juga mulai tak menentu seiring memasuki musim penghujan. Bencana hidrometeorologi antara lain banjir sebagai dampak dari curah hujan tinggi, longsor serta angin puting beliung mengancam warga. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan adanya potensi bencana hidrometeorologi hingga akhir Januari mendatang di berbagai wilayah sebagai dampak dari cuaca ekstrem. Saat ini wilayah yang sedang dilanda bencana besar yaitu Sulawesi Selatan. Banjir bandang merendam 2.000 lebih rumah penduduk, dan merenggut nyawa 30 penduduk di wilayah tersebut. BMKG melansir adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu wilayah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem adalah DKI Jakarta. Bukan tidak mungkin bencana hidrometeorologi melanda Jabodetabek terutama di puncak musim hujan. Menghadapi cuaca ekstrem yang dalam sepekan ini mulai dirasakan warga, semua pihak harus siaga. Jakarta selalu menjadi langganan banjir, baik dipicu hujan deras maupun banjir kiriman dari daerah penyangga. Luapan 13 sungai di Jakarta harus diantisipasi. Komitmen dengan pemda wilayah hulu daerah aliran sungai seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi untuk mencegah serbuan banjir harus diperkuat. Pemprov DKI juga harus menjamin 450 pompa maupun puluhan pintu air berfungsi dengan baik, serta kesiapan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Pemprov DKI serta instansi lintas sektoral, antara lain Polda Metro Jaya, Kodam Jaya serta Dantamal memang telah melakukan koordinasi dengan menyiagakan 7.000 personel gabungan serta peralatan navigasi tanggap darurat banjir. Hanya saja, sosialisasi kepada masyarakat soal antisipasi banjir belum gencar dilakukan. Padahal peran warga sangat penting dalam meminimalisir banjir. Namun partisipasi masyarakat masih sangat kurang. Sederet imbauan pemerintah soal langkah-langkah mencegah banjir seperti membuat lubang resapan, menjaga kebersihan saluran air dan langkah lainnya, belum direspon serius. Tengok saja, selokan maupun sungai di Ibukota masih dipenuhi sampah. Di musim hujan, berbagai limbah rumah tangga memenuhi sungai dan menumpuk di pintu air. Penanganan banjir bukan soal mitigasi saja saat bencana sudah terjadi. Kesadaran akan pentingnya mencegah bencana. Kesadaran warga perlu diketuk bahwa mencegah bencana adalah tanggung jawab bersama. **
Bersama Siaga Banjir
Jumat 25 Jan 2019, 04:46 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.