Kandang ‘Macan Kemayoran’

Senin 17 Des 2018, 06:35 WIB

JAKARTA pada Sabtu, 15 Desember 2018 menjadi lautan oranye. Suporter Persija Jakarta, The Jakmania, tumpah ruah ke jalan-jalan protokol ibukota. Mereka konvoi merayakan keberhasilan ‘Macan Kemayoran’ menjuarai Liga 1 Indonesia musim tahun ini. Klub sepakbola kebanggaan warga Jakarta itu memastikan juara Liga 1 setelah meraih poin penuh atas Mitra Kukar pada laga pamungkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayaan, Jakarta, Minggu, 9 Desember 2018. Prestasi gemilang ini berhasil diraih setelah menanti selama 17 tahun. Persija terakhir menjadi juara Liga 1 pada 2001 silam. ‘Macan Kemayoran’ memang istimewa. Beberapa musim tidak memiliki homebase (kandang) tetap, tetapi dengan perjuangan super keras, Persija mampu menjuarai Liga 1. Persija mulai kehilangan homesbase di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, pada 2004. Setelah Gubernur Sutiyoso merencanakan alih fungsi stadion menjadi ruang terbuka hijau. Stadion yang telah menjadi bangunan cagar budaya sejak 1975 itu, benar-benar rata dengan tanah pada 26 Juli 2006. Bukan hanya itu, homebase Persija di Jakarta Selatan yakni Stadion Lebak Bulus yang diplot pengganti Stadion Menteng pun digusur. Pada 2015, Stadion Lebak Bulus dihancurkan untuk pembangunan depo Mass Rapid Transit (MRT). Stadion ini sejak 2013 memang sudah tidak pernah digunakan Persija, karena kapasitasnya tidak mampu menampung pendukung setianya The Jakmania. Sejak saat itu ‘Macan Kemayoran’ tidak memiliki homebase. Meski berstatus tuan rumah, Persija tetap main diluar kota. Bersama pendukungnya berkelana dari satu kota ke kota lainnya. Wajar bila The Jakmania berteriak menagih Gubernur Anies Baswedan segera menghadiran stadion bakal homebase Persija. Desakan ini lantaran Anes-Sandiaga Uno saat kampanye Pilkada 2017 pernah berjanji membangun stadion untuk ‘Macan Kemayoran’. Bak gayung bersambut, Anies pun memastikan bakal menghadirkan stadion bakal homebase Persija. Dijadwalkan Stadion Taman BMW mulai dibangun pada 2019 dan ditargetkan rampung 2021. Alokasi anggaran untuk menghadirkan stadion bertaraf internasional itu sekitar Rp4,5 triliun. Stadion ini nantnya bukan semata digunakan untuk sepakbola, tetapi bisa dimanfaatkan kegiatan lain seperti eksibisi, acara kesenian, konser musik, dan lainnya. Kepastian bakal hadirnya stadion megah sebagai homesbase Persija tentu saja disambut positif publik, terutama The Jakmania. Kandang bagi tim sepakbola adalah sebuah keharusan. Kenapa? Karena adanya stadion tetap di kota sendiri bisa mendatangkan keuntungan material maupun menebalkan moral pemain dan pendukung saat bertanding sebagai tuan rumah. Semoga saja pembangunan Stadion Taman BMW tidak terganjal apapun alias lancar. @*


News Update