PEMBANGUNAN konstruksi proyek transportasi MRT Transit (Mass Rapid) di Jakarta sudah hampir rampung. Angkutan massal ini digadang-gadang dioperasikan Maret 2019. MRT Jakarta tahap satu ini akan melewati 13 stasiun antara lain Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan terakhir Bundaran HI. Beroperasinya MRT disebut-sebut mengancam keberadaan Trasjakarta yang beroperasi dengan rute yang sama, terutama trayek buskota bebas hambatan di koridor satu Blok M – Kota. Bahkan pihak PT MRT terang-terangan mengusulkan penghapusan rute Transjakarta yang berhimpitan dengan jalur MRT fase satu. Alasannya untuk memaksimalkan fungsi keberadaan MRT oleh masyarakat. Usulan itu sudah diajukan pihaknya ke Gubernur Anies Baswedan, sebab secara prinsip jalur berhimpitan tidak sehat lantaran pemerintah akan membayar subsidi untuk dua moda transportasi di jalur yang sama. Lain lagi pendapatan pihak PT Transjakarta. Meski kelak ada MRT, berdasarkan survei sebanyak 90 persen masyarakat menginginkan buskota bebas hambatan itu tidak dihapus. Saat ini Transjakarta Blok M – Kota setiap hari mampu melayani sekitar 90 ribu pelanggan. Karena itu, bila busway koridor satu ini dihapus maka masyarakat akan beralih ke moda transportasi lain yang justru menambah kemacetan. Rebutan trayek atau rute dalam bisnis transportasi dan satu pihak berupaya memonopoli trayek tertentu itu biasa. Arahnya sudah bisa ditebak, tidak lain agar pemasukan dari hasil penjual tiket penumpang lebih maksimal. Adanya ‘rebutan’ rute antara MRT dan Transjakarta membuat Anies dihadapkan pada PR (Pekerjaan Rumah ) yang sulit untuk dipecahkan. Apakah Transjakarta kelak tetap dibiarkan berdampingan bila MRT sudah beroperasi. Atau sebaliknya mengikuti usulan pihak PT MRT. Memutuskan pilihan yang sulit, Pemprov DKI Jakarta tentu perlu melakukan survei seputar perlu tidaknya Transjakarta dibiarkan melenggang di rute Blok M – Kota bila kelak MRT beroperasi. Bagi publik, apapun keputusan Anies yang terpenting ongkos transportasi di Jakarta bisa terjangkau kantong alias murah, tetapi nyaman, cepat, dan aman. @*
Butuh Transportasi Murah dan Nyaman
Senin 29 Okt 2018, 04:41 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
JAKARTA RAYA
Polisi Tangkap Penganiaya Ibu-ibu di Beji Depok, Terkuak Pelaku Ternyata Bukan Driver Taksi Online
HIBURAN
Sinden OVJ 2017 Siapa Saja? Simak Daftar Namanya di Tengah Pernyataan Erin soal Perselingkuhan Andre Taulany