ITF Sunter Wacana Apa Beneran

Kamis 25 Okt 2018, 07:13 WIB

PASCA-konflik dengan Pemkot Bekasi terkait dana hibah pembuangan sampah dan dana hibah kemitraan, Pemprov DKI Jakarta pada Desember 2018 akan membangun fasilitas pengolahan sampah atau intermediate treatment facility (ITF) di Sunter. Alasan DKI menghadirkan ITF Sunter karena ogah terus-menerus mengandalkan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Bantargebang, Bekasi, untuk membuang sampah warganya. Artinya soal sampah, Jakarta akan mandiri. Tekad DKI membangun ITF Sunter patut diapresiasi. Keinginan adanya tempat pembuangan sampah di wilayah sendiri harus menjadi fokus kerja stakeholder (pemangku jabatan). Apalagi selama pembuangan sampah ke TPST Bantargebang beberapa kali terjadi ‘perang dingin’ antara DKI dengan Bekasi. Bahkan akibat Bekasi menutup atau melarang sampah warga ibukota dibuang ke TPST Bantargebang, Jakarta sempat terjadi darurat sampah. Di mana-mana sampah menggunung dan bau busuk pun menyeruak. Alasan lain perlunya DKI membangun tempat pengolahan sampah modern di wilayahnya sendiri karena memang berdasarkan hasil studi internal, masa hidup (lifetime) TPST Bantargebang hanya sampai antara tahun 2021 dan 2022. Sebab, kandungan sampahnya sudah mendekati 39 juta ton, ketinggiannya sudah hampir di atas 30 meter. Bila dengan kondisi seperti itu dipaksakan hingga melebihi tahun sesuai dengan hasil penelitian, dikhawatirkan TPST Bantargebang bisa longsor ketika musim hujan dan kebakaran saat musim musim kemarau. Merujuk kondisi ini, publik mendambakan adanya tempat pembuangan sampah baru yang berada di wilayah Jakarta. Segeralah hadirkan ITF Sunter yang sudah digagas sejak Fauzi Bowo menjadi Gubernur DKI Jakarta itu. Jangan sampai soal membangun pengolahan sampah tatarannya hanya sebatas wacana. Kesangsian publik bahwa pembangunan ITF Sunter bisa diwujudkan karena berdasarkan catatan, pelaksanaan proyek ini molor melulu. Pada 2016, ITF Sunter pernah digembar-gemborkan akan dibangun, tetapi buktinya nol. Bahkan Ahok saat menjadi Gubernur DKI Jakarta pernah menjamin ITF ini pada awal Februari 2017 sudah mulau dibangun, hasilnya lagi-lagi sekadar wacana. Kini Gubernur Anies Baswedan menargetkan ITF Sunter pada Desember 2018 ini dibangun. ITF ini setidaknya bisa menampung sampah dari wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Setelah Sunter, DKI juga akan membangun ITF di Duri Kosambi, Marunda dan Cakung (Cilincing). Publik berharap program-program itu bukan sebatas wacana, sehingga sampah 7.000-an ton/hari yang biasa dibuang ke TPST Bantargebang bisa dialihkan. Karena itu, Pembangunan ITF Sunter dan ITF lainnya jangan sekadar wacana, tetapi harus beneran. @*


Berita Terkait


News Update