PEMPROV DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi ‘perang dingin’ terkait dana hibah pembuangan sampah Bantargebang. DKI merasa sudah menunaikan kewajiban membayar dana hibah, tetapi Bekasi mengklaim belum. Bukan itu saja, Bekasi juga merasa DKI belum membayar dana hibah kemitraan. Soal dana hibah ini sempat berimbas pada pengiriman sampah oleh DKI ke Bantargebang. Bekasi menghadang belasan truk sampah DKI di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, meski kemudian truk-truk itu dilepas. Kisruh seputar sampah antara DKI dengan Bekasi bukan kali ini saja terjadi. Pada era Gubernur Sutiyoso dan zaman Gubernur Ahok persoalan itu juga pernah terjadi. Perseteruan terjadi pada 1999. Saat itu, Bekasi memprotes pengelolalan sampah yang dilakukan DKI di Bantargebang, terutama mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pembuangan sampah. Persoalan ini bahkan sempat berujung pada penutupan Bantargebang yang dilakukan Bekasi pada 10 Desember 2001. Penutupan ini mengakibatkan Jakarta sempat terjadi darurat sampah. Tak ayal Sutiyoso pun meradang. Bang Yos mengancam menggugat Pemkot Bekasi jika Bantargebang ditutup, karena DKI merasa sudah berbuat banyak sebagai kompensasi pembuangan sampah antara lain, membangun jaringan jalan senilai, puskesmas, ambulans, hingga insentif. Konflik sampah itu akhirnya bisa selesai, setelah DKI dengan Bekasi berunding dan Bantargebang dibuka kembali. Kisruh sampah mencuat lagi saat Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saat itu DPRD Bekasi menyampaikan keberatannya soal rute truk, jam kerja dan lainnya. Pimpinan DKI dengan Bekasi pun duduk bareng berunding menyelesaikan persoalan sampah. Melihat fakta ini, Gubernur Anies dengan Walikota Rahmat Effendi segeralah duduk bareng. Bahaslah persoalan dana hibah pembuangan sampah dengan kepala dingin. Buanglah ego kedaerahan dan kedepankan kepentingan publik. Masing-masing pihak berpeganglah teguh dengan komitmen yang diputuskan bersama, tanpa harus berupaya mengurangi atau menambah/menuntut apapun kecuali ada kesepakatan baru. Selain itu, agar konflik ini berujung tidak ada salahnya pemerintah pusat cepat menengahi perseteruan DKI dengan Bekasi. Apalagi kisruh pembuangan sampah ini sudah berulang. Diharapkan dengan turunnya pemerintah pusat, kisruh sampah di masa datang tidak terjadi lagi. Pendek kata, jangan biarkan konflik pembuangan sampah berkepenjangan, sehingga darurat sampah bisa terhindarkan. @*
Hindari Darurat Sampah
Senin 22 Okt 2018, 08:16 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
Berita Terkait
News Update
JAKARTA RAYA
Polisi Tangkap Penganiaya Ibu-ibu di Beji Depok, Terkuak Pelaku Ternyata Bukan Driver Taksi Online
HIBURAN
Sinden OVJ 2017 Siapa Saja? Simak Daftar Namanya di Tengah Pernyataan Erin soal Perselingkuhan Andre Taulany