Presiden Minta Peningkatan Ekspor Sarang Burung Walet dan Tanaman Porang

Kamis 01 Jan 1970, 07:00 WIB
Presiden Joko Widodo. (foto: ist)
Presiden Joko Widodo. (foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Presiden Joko Widodo minta peningkatan nilai ekspor bagi dua komoditas unggulan Indonesia di pasar dunia, yakni sarang burung walet dan tanaman porang.

"Pemerintah akan mengejar nilai peningkatan nilai ekspor bagi dua komoditas unggulan Indonesia di pasar dunia, yakni sarang burung walet dan tanaman perang," terang Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam keterangannya bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/11/2021).

Lutfi menegaskan peningkatan nilai ekspor tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan harga terbaik dari pasar dunia yang akan memberikan keuntungan lebih baik bagi para petani dan industri dalam negeri.

"Sarang burung walet ini mempunyai nilai yang luar biasa. Sedangkan Indonesia menjadi produsen utama dari sarang burung walet untuk dunia. Bahkan, kalau tidak salah, hampir 80 persen dari kapasitas dunia disuplai dari Indonesia," ujar Lutfi.

Dia mengatakan pada 2020 lalu, Indonesia mengekspor sarang burung walet dengan nilai total 540 juta  dollar AS dari 1.316 ton sarang burung walet yang berhasil diekspor.

Meski demikian, masih terdapat disparitas harga yang sangat besar dari penjualan di pasar dunia tersebut.

"Hal itu terjadi karena memang negara-negara tujuan utama mempunyai harga yang berbeda.

Misalnya Hong Kong yang kita menjual lebih dari hampir lebih dari 85 persen dari ekspor kita harga per kilonya itu hanya 88 dolar AS , sedangkan di RRT harga satu kilonya lebih dari 1.500 dolar AS," ucapnya.

Oleh sebab itu, Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Pertanian akan melakukan persamaan aturan dengan satu tujuan yang hendak dicapai, yakni menggalakkan ekspor untuk komoditas tersebut dan berupaya memperoleh hasil terbaik bagi petani dan industri di dalam negeri.

Lutfi mengungkap bahwa dalam kunjungannya ke Tiongkok beberapa waktu lalu, diketahui bahwa pemerintah setempat telah berkomitmen untuk membeli komoditas sarang burung walet Indonesia senilai Rp16 triliun.

Pihaknya akan berupaya merealisasikan komitmen tersebut untuk kepentingan petani dan industri lokal.  


Berita Terkait


News Update