Di sisi lain, Saepul menduga bahwa oknum yang memesan jasa pengerahan massa tersebut memiliki motif tersendiri. Ia mencurigai ada upaya terencana untuk merusak nama baik Ruben Onsu di dunia hiburan. Tujuan akhirnya adalah agar kontrak kerja sama Ruben dengan berbagai jenama atau brand bisa diputus.
Baca Juga: Sosok Saepul Rosad Nugraha Siapa? Ini Identitas yang Disinggung Ruben Onsu usai Demo Boikot
Menanggapi pengakuan tersebut, Ruben Onsu tampak terkejut sekaligus geram. Melalui kolom keterangan unggahannya, suami dari Sarwendah ini menyinggung adanya dugaan sindikat jasa bayaran yang memang sengaja disewa untuk menyerang program televisi hingga perusahaan yang menjadikannya sebagai brand ambassador.
Ruben menuliskan rasa herannya terhadap pola kerja kotor tersebut. "Ooogitu, selain demo ada jasa serang-serang setiap program dan brand-brand yang ada saya nya dan serang Company yang bekerjasama dgn saya sbg BA ya gitu sampai target nya saya di cut gitu ya???" tulis Ruben.
Bukti Percakapan WhatsApp dan Tawaran Rp40 Ribu
Sebelum kemunculan video klarifikasi dari Saepul, Ruben Onsu sempat membagikan sejumlah bukti kuat ke publik. Pada Kamis, 5 November 2026, ia mengunggah tangkapan layar percakapan dari sebuah grup WhatsApp. Percakapan tersebut diduga kuat berkaitan erat dengan perencanaan aksi demonstrasi untuk memboikot dirinya.
Sebagai tambahan, tangkapan layar itu juga memperlihatkan rincian koordinasi di lapangan. Salah satu informasi yang mencolok adalah tawaran bayaran sebesar Rp40 ribu bagi setiap orang yang bersedia ikut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi tersebut.
