Permintaan Maaf Koordinator Aksi Boikot, Saepul Ungkap Dalang di Balik Demonstrasi Ruben Onsu

Sabtu 07 Nov 2026, 20:00 WIB
Ruben Onsu didemo Aliansi Mahasiswa Penjaga Moral di gedung Trans TV, Kamis (06/11/2026). (Sumber: Dok. X/@namaso)
Ruben Onsu didemo Aliansi Mahasiswa Penjaga Moral di gedung Trans TV, Kamis (06/11/2026). (Sumber: Dok. X/@namaso)

POSKOTA.CO.ID,- Kasus demonstrasi yang menargetkan presenter ternama Ruben Onsu akhirnya menemui babak baru. Saepul alias Bang Epul selaku koordinator aksi yang sempat menggelar demonstrasi di depan kantor salah satu stasiun televisi swasta akhirnya angkat bicara. Ia memberikan klarifikasi resmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Ruben Onsu atas kegaduhan yang telah terjadi.

Video klarifikasi tersebut diunggah langsung oleh Ruben Onsu melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat, 6 November 2026. Melalui rekaman itu, Saepul mengakui secara terbuka bahwa dirinya memang bertindak sebagai pihak yang mengoordinasikan massa untuk menggelar aksi di depan kantor Trans TV pada Kamis, 5 November 2026.

Saepul menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakan pengerahan massa tersebut. Ia menyadari bahwa aksinya telah menimbulkan keresahan publik dan merugikan pihak Ruben Onsu. Oleh karena itu, ia memilih untuk meluruskan duduk perkara melalui video permintaan maaf.

Dalam video tersebut, ia menuturkan penyesalannya secara langsung. "Saya Saepul, saya meminta maaf kepada Koh Ruben Onsu atas kegaduhan di tanggal 5 hari Kamis di depan Trans TV. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena saya sudah membawa massa," ungkap Saepul, dikutip dari akun Instagram @ruben_onsu.

Baca Juga: Ruben Onsu Diboikot karena Apa? Ini Awal Mula Kontroversi hingga Demo di Depan Stasiun TV

Meskipun demikian, Saepul berdalih bahwa dirinya tidak memiliki niat pribadi untuk membuat keributan. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di lokasi demonstrasi murni karena memenuhi permintaan dari pihak lain.

Peran Oknum Berinisial A dan Imbalan Bayaran Aksi

Lebih lanjut, Saepul membeberkan bahwa ada pihak lain yang sengaja menyewa jasanya untuk mengerahkan massa. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti bahwa target utama dari demonstrasi tersebut adalah Ruben Onsu.

"Tapi saya sendiri tidak bermaksud untuk membuat kegaduhan tersebut. Karena sebelumnya saya diminta oleh salah satu oknum yang berinisial A untuk membawa pesanan massa dan saya pun tidak tahu tujuannya untuk Koh Ruben," sambungnya.

Selain itu, Saepul mengaku hanya menerima instruksi sebatas lokasi dan besaran imbalan finansial. Ia tidak diberikan informasi mendalam mengenai agenda tersembunyi di balik aksi pengerahan massa tersebut. "Karena saya hanya dikasih tahu soal fee, harga, dan titiknya saja," tutupnya.

Dugaan Sabotase untuk Menjatuhkan Reputasi Brand Ambassador


Berita Terkait


News Update