Harga Tepung Tapioka di Depok Melambung, Pedagang dan Pelaku Usaha Kecil Menjerit

Sabtu 07 Nov 2026, 20:45 WIB
Penjual tepung di Toko Sembako Anugerah, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu, 7 November 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)
Penjual tepung di Toko Sembako Anugerah, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu, 7 November 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Harga tepung tapioka dan sejumlah komoditas bahan pokok bahan pembuatan adonan bakso hingga pempek mengalami kenaikan drastis di Kota Depok, Jawa Barat.

Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang di Pasar Segar Cinere lantaran memicu penurunan omzet penjualan yang cukup signifikan.

Pemilik Toko Sembako Anugerah, Keni membeberkan bahwa harga tepung tapioka kemasan 500 gram melonjak dari Rp10.000 jadi Rp12.000 per bungkus.

"Kenaikan tepung tapioka sudah berjalan sebulan. Untuk pembelian karung 25 kilogram dari agen saja naiknya mencapai Rp50.000," kata Keni kepada Poskota, Sabtu, 7 November 2026.

Baca Juga: Rumah di Depok Ambruk Diterjang Angin Kencang, Pasutri Luka Kepala Terima 11 Jahitan

Keni menambahkan kenaikan harga juga meluas ke komoditas bahan pokok lain seperti tepung terigu, sagu, hingga tepung ketan.

Harga tepung terigu naik dari Rp13.000 menjadi Rp14.000, sagu naik ke Rp12.000 per kg, serta tepung ketan merangkak naik dari Rp18.500 menjadi Rp20.000.

Imbas dari kenaikan ini membuat suasana pasar yang biasanya ramai pembeli saat akhir pekan berubah menjadi sepi penawar.

"Biasanya akhir pekan ramai ibu rumah tangga yang beli. Sekarang sampai siang bolong penjualan sepi," ujarnya.

Baca Juga: Gebyar My Darling 2026 Tunas Global Depok Dorong Pola Hidup Sehat dan Edukasi Lingkungan

Stok Tepung Ketan Mulai Langka

Pemilik Warung Toko Wahyu, Aas turut membenarkan lonjakan harga tapioka kemasan dus yang merangkak naik dari Rp120.000 jadi Rp130.000 per bungkus.

Selain masalah harga bertambah mahal, Aas menyoroti kelangkaan pasokan tepung ketan merek tertentu dari pihak distributor selama sebulan terakhir.

Konsumen dan pedagang kecil mengaku kaget dan kian tertekan akibat melambungnya biaya belanja bahan pokok modal usaha sehari-hari.

"Kasian pedagang kecil seperti kami, jika harga melambung tinggi dan stok langka usaha makin sulit," ucapnya.

Pelaku Usaha Warung Makan Siasati Kenaikan

Sementara itu, pelaku usaha warung makan di kawasan Pasar Segar Cinere, Tia memilih tidak menyesuaikan harga jual produk matang demi menjaga pelanggan.

Ia mensiasati pembengkakan modal tepung tapioka dengan cara mengurangi takaran atau ukuran porsi gorengan olahannya.

Ia berharap Pemprov DKI maupun Pemerintah Kota Depok segera mengintervensi stabilitas harga pangan agar beban pedagang kecil tidak kian berat.

"Harga jual tidak mungkin dinaikkan karena takut pelanggan kapok. Kami hanya bisa mensiasati dengan mengurangi ukuran potongan gorengan," tutup Tia.


Berita Terkait


News Update