Selain masalah harga bertambah mahal, Aas menyoroti kelangkaan pasokan tepung ketan merek tertentu dari pihak distributor selama sebulan terakhir.
Konsumen dan pedagang kecil mengaku kaget dan kian tertekan akibat melambungnya biaya belanja bahan pokok modal usaha sehari-hari.
"Kasian pedagang kecil seperti kami, jika harga melambung tinggi dan stok langka usaha makin sulit," ucapnya.
Pelaku Usaha Warung Makan Siasati Kenaikan
Sementara itu, pelaku usaha warung makan di kawasan Pasar Segar Cinere, Tia memilih tidak menyesuaikan harga jual produk matang demi menjaga pelanggan.
Ia mensiasati pembengkakan modal tepung tapioka dengan cara mengurangi takaran atau ukuran porsi gorengan olahannya.
Ia berharap Pemprov DKI maupun Pemerintah Kota Depok segera mengintervensi stabilitas harga pangan agar beban pedagang kecil tidak kian berat.
"Harga jual tidak mungkin dinaikkan karena takut pelanggan kapok. Kami hanya bisa mensiasati dengan mengurangi ukuran potongan gorengan," tutup Tia.
