Wamendagri Wiyagus Dorong Pesantren jadi Mitra Pemerintah dalam Percepatan Penanggulangan TBC

Rabu 04 Nov 2026, 18:44 WIB
Potret Wamendagri, Akhmad Wiyagus. (Sumber: Puspen Kemendagri)
Potret Wamendagri, Akhmad Wiyagus. (Sumber: Puspen Kemendagri)

Pelaksanaan program tersebut juga harus terintegrasi hingga tingkat kecamatan, desa, kelurahan, dan puskesmas sehingga upaya pencegahan maupun penanganan TBC dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Wiyagus turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang telah membentuk desa siaga TBC dengan capaian hampir 50 persen.

Menurutnya, keberadaan desa siaga TBC dapat menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan penanggulangan penyakit tersebut, terutama jika diperkuat melalui kerja sama dengan pesantren.

Baca Juga: Wamendagri Wiyagus Sebut Kendari Berpeluang Besar jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur

Ia juga menegaskan bahwa status pesantren yang berada di bawah pembinaan Kementerian Agama tidak menghilangkan tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para santri.

"Meskipun pesantren berada di bawah pembinaan Kementerian Agama, para santri yang berada di dalamnya tetap menjadi bagian dari masyarakat dan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah daerah," sambungnya.

Lebih lanjut, Wiyagus menyebut percepatan penanggulangan TBC sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, masyarakat yang sehat dan produktif menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat

Ia menambahkan, pemerintah juga terus memperkuat akses pelayanan kesehatan melalui berbagai program, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pembangunan fasilitas kesehatan.

Namun, peningkatan layanan kesehatan tersebut perlu dibarengi dengan penguatan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit, termasuk di lingkungan pendidikan dan keagamaan seperti pesantren.

"Kami dari Kementerian Dalam Negeri menyambut baik komitmen dari pesantren yang ingin terlibat langsung dalam penanggulangan tuberkulosis yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis," tandasnya.


Berita Terkait


News Update