POSKOTA.CO.ID - Unggahan media sosial artis sekaligus pejabat negara Raffi Ahmad kembali memicu gelombang kritik dari masyarakat. Setelah sempat menyampaikan klarifikasi resmi terkait keikutsertaannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026, langkah Raffi yang mengunggah ulang sejumlah postingan pembelaan diri di Instagram Story justru dinilai tone deaf oleh netizen.
Polemik ini meluas hingga memicu aksi pemboikotan terhadap gelaran acara RANS dan membuat publik kembali menyoroti deretan kerajaan bisnis yang dinaungi Utusan Khusus Presiden tersebut.
Unggahan Repost Story IG Raffi Ahmad yang Dinilai Netizen Tone Deaf
Langkah komunikasi publik yang diambil Raffi Ahmad usai polemik Deklarasi Sumpah Pemuda menuai sorotan tajam di platform media sosial. Melalui akun Instagram pribadinya @raffinagita1717, Raffi mengunggah ulang beberapa narasi buatan publik yang membela dirinya.
Salah satu yang paling banyak dikritik adalah repost poster bertuliskan "Waspada Provokator Sesat di Media Sosial". Narasi poster tersebut menyebut ajakan boikot dan kritik warga sebagai bentuk fitnah serta memposisikan Raffi sebagai korban. Selain itu, ia juga membagikan unggahan dari De Locomotief serta cuplikan berita pemberitaan klarifikasinya.
Baca Juga: Polda Metro Minta Maaf Acara Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad Diwarnai Polemik
Banyak pengguna media sosial menilai aksi repost tersebut mencerminkan sikap denial dan self defense. Netizen menganggap pembelaan diri itu merusak kesan tulus dari klarifikasi serta permohonan maaf resmi yang disampaikan sebelumnya, lantaran dinilai tidak peka terhadap keresahan publik.
Profil dan Jaringan Bisnis Raffi Ahmad dari Hiburan hingga Olahraga
Di luar sorotan politik dan media sosial, Raffi Ahmad dikenal sebagai salah satu figur publik dengan skala bisnis raksasa di Indonesia. Berdasarkan data infografis Project Multatuli yang mengutip data Ditjen AHU Kemenkumham, Raffi tercatat mendirikan 35 perusahaan sepanjang periode 2020 hingga 2024.
Ekosistem bisnis ini berada di bawah naungan induk PT Rans Entertainment Indonesia yang memegang valuasi hingga Rp2,7 triliun serta PT RFA Maju Internasional sebagai pendorong berbagai usaha patungan (joint venture). Jaringan bisnis RANS merambah berbagai sektor strategis:
- Hiburan & Media Digital: Mengembangkan Rans Media Indonesia, Rans Animasi Indonesia, Rans Manajemen Artis, hingga produksi konten digital.
- Olahraga (Sports): Menaungi Rans Prestisius Klub Sepak Bola (RANS Nusantara FC) serta Rans Olahraga Digital.
- Kuliner & Lifestyle: Mengelola ekspansi F&B melalui Rans Boga Indonesia, Rans Nikmat Sejahtera, RFA Rojo Sambal Indonesia, hingga Rans Nusantara Hebat.
- Kecantikan & Properti: Menjangkau industri perawatan diri via Rans Kosmetika Indonesia dan Rans Cantik Indonesia.
Pertumbuhan korporasi RANS juga disokong oleh sejumlah nama besar dan investor korporat, mulai dari Dony Oskaria, Kaesang Pangarep, grup Emtek (SCMA), hingga anak usaha Bali United.
Baca Juga: Klarifikasi Raffi Ahmad Usai Dikritik Gegara Hadiri Aksi Sumpah Pemuda di Bundaran HI
Dampak Terhadap Citra Bisnis RANS
Imbas dari sentimen negatif di media sosial ternyata tidak berhenti pada figur Raffi Ahmad secara individu, tetapi mulai berdampak langsung pada lini bisnisnya. Salah satu dampaknya terlihat jelas pada gelaran festival RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
