"Saya mengikuti acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar," beber Bayu.
Bayu kemudian memberikan penjelasan mengenai jas almamater Undira yang dikenakannya saat berada di lokasi acara.
Pihaknya mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul atribut tersebut karena diberikan kepadanya.
"Mengenai almamater yang saya kenakan itu diberikan kepada saya tanpa saya ketahui asal usulnya," ujar dia.
Lebih lanjut, Bayu mengapresiasi pihak kampus yang menurut pengakuannya memberikan ruang dialog tanpa intimidasi serta menjamin keamanannya selama proses tersebut.
"Saya berterima kasih kepada rekan-rekan Ormawa Undira yang memberikan saya wadah klarifikasi tanpa mengintimidasi dan menjamin keamanan saya," jelasnya.
Menutup video klarifikasinya, Bayu mengakui, dirinya kurang teliti ketika menerima tawaran pekerjaan untuk mengikuti kegiatan di Bundaran HI.
Bayu menyebut keputusan menerima tawaran tersebut merupakan kesalahan pribadi karena tidak terlebih dahulu memastikan secara detail pekerjaan yang akan dijalankannya.
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan, terutama kepada pihak Universitas Dian Nusantara. Di sini saya memohon maaf tanpa ada paksaan dan ini murni kesalahan saya yang tidak teliti menindak suatu pekerjaan. Terima kasih," tukasnya.
