Salah satu komentar yang dikaitkan dengan akun @travelwithmusic berbunyi, “Gila. Gue ketemu orang Australia, Jepang, bahkan Brazil di antrean toilet. Jakarta lagi on fire.”
Sementara itu, akun @hiphopindo menyoroti daftar lagu yang dibawakan Ye.
“Stronger + Gold Digger + Runaway dalam satu malam. Ye masih the goat, ga ada lawan soal production.”
Komentar lain dari akun @eventjakarta menyoroti jumlah penonton dan posisi Jakarta dalam rangkaian tur Asia Tenggara.
Meski demikian, komentar tersebut merupakan pendapat pengguna media sosial dan tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan konser.
Baca Juga: Terpental Usai Adu Banteng dan Terlindas Truk, Pemotor di Depok Tewas Seketika
Pengamanan dan Dampak Konser di Jakarta
Dengan jumlah penonton yang disebut mencapai puluhan ribu orang, pengaturan arus masuk, mobilitas pengunjung, dan keamanan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan acara berskala besar.
Materi yang diberikan menyebutkan bahwa konser berlangsung tertib dengan dukungan personel pengamanan gabungan. Namun, kepastian mengenai jumlah personel dan evaluasi keamanan tetap perlu merujuk pada keterangan resmi pihak terkait.
Kehadiran penonton dari luar negeri juga berpotensi memberikan dampak bagi sektor pendukung, seperti hotel, transportasi, kuliner, dan usaha di sekitar lokasi acara. Besarnya dampak ekonomi tersebut memerlukan data tambahan agar dapat diukur secara akurat.
Secara keseluruhan, Ye Live in Jakarta menjadi sorotan dalam kalender hiburan ibu kota pada Oktober 2026. Perpaduan lagu-lagu populer, konsep panggung 360 derajat, dan antusiasme penggemar memperlihatkan daya tarik konser musik internasional bagi penonton Indonesia.
