Oleh: Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID - Untuk kedua kalinya TNI AU menguji kemampuan pendaratan dan lepas landas pesawat tempur di ruas jalan.
Pertama, uji kemampuan pendaratan dilakukan di ruas jalan Tol Terbanggi Besar, Lampung pada 11 Februari 2026. Kali kedua, dilakukan di ruas Tol Pasuruan- Probolinggo (Paspro) Jawa Timur, Kamis, 22 Oktober 2026.
Uji kemampuan pendaratan dan lepas landas di ruas tol ini sebagai upaya menyiapkan landasan alternatif untuk mendukung operasi udara, seperti disampaikan Kepala Staf TNI AU(Kasau), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, di Probolinggo, Kamis.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Ayo Persempit Ruang Gerak Mafia Pangan
Tujuannya menguji kesiapan operasional serta kemampuan memanfaatkan infrastruktur daerah, terutama jalan tol sebagai landasan alternatif dalam kondisi tertentu.
Uji kemampuan menggunakan dua pesawat jenis Embraer EMB-314 Super Tucano yang bermarkas di Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, serta dua pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Lanud Iswahjudi, Madiun.
Keempat pesawat tempur tersebut landing dan lepas landas pada Tol Paspro yang memiliki lebar ruas 24 meter pada kilometer 834 hingga kilometer 837+500.
“Jadi cuma butuh jarak 3,5 kilometer untuk mendarat dan lepas landas ya,” ujar bung Heri mengawali “Obrolan Warteg” bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi, di sela makan siang bersama di warteg langganan.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Semoga Rasa Cabai Tetap Pedas, Harganya Semakin Manis
“Pesawatnya mampu mendarat dan lepas landas dalam jarak sangat dekat, tetapi jalan tolnya kuat enggak?” ujar Yudi.
“Iya juga, kan tak sedikit ruas jalan tol yang berlubang dan bergelombang hingga mobil yang kita kendarai saja, ikut bergoyang-goyang,” tutur Heri.
“Ya jelas, karena mobil kalian keluaran tahun jadul hingga terasa banget goyangannya,” kata Yudi.
“Loh pengguna jalan tol yang lain, juga merasakan hal yang sama karena permukaan ruas tol nggak sama dan sebangun,” kata Heri.
“Karena itu ruas jalan tol telah disurvei terlebih dahulu, layak tidak, memenuhi syarat tidak sebagai landasan alternatif pesawat tempur,” urai mas Bro.
“Dapat kita maknai juga, uji coba pesawat tempur di jalan tol sekaligus dapat menguji kekuatan dan kelayakan jalan tol itu sendiri sebagai infrastruktur jalan yang aman dan nyaman bagi publik,” jelas Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Dua Tahun Pemerintahan, Publik Masih Menaruh Harapan
“Diharapkan semua ruas jalan tol dapat dijadikan landasan alternatif sehingga dalam kondisi tertentu, pesawat tempur bisa mendarat dan lepas landas di ruas tol manapun demi melindungi dan mengamankan negeri kita,” ujar mas Bro.
“Jika semua ruas jalan tol bisa menjadi landasan alternatif, maka kualitas jalan tol itu sendiri semakin baik, kian memberikan keamanan dan kenyamanan kepada konsumennya,” urai Yudi.
