“Iya juga, kan tak sedikit ruas jalan tol yang berlubang dan bergelombang hingga mobil yang kita kendarai saja, ikut bergoyang-goyang,” tutur Heri.
“Ya jelas, karena mobil kalian keluaran tahun jadul hingga terasa banget goyangannya,” kata Yudi.
“Loh pengguna jalan tol yang lain, juga merasakan hal yang sama karena permukaan ruas tol nggak sama dan sebangun,” kata Heri.
“Karena itu ruas jalan tol telah disurvei terlebih dahulu, layak tidak, memenuhi syarat tidak sebagai landasan alternatif pesawat tempur,” urai mas Bro.
“Dapat kita maknai juga, uji coba pesawat tempur di jalan tol sekaligus dapat menguji kekuatan dan kelayakan jalan tol itu sendiri sebagai infrastruktur jalan yang aman dan nyaman bagi publik,” jelas Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Dua Tahun Pemerintahan, Publik Masih Menaruh Harapan
“Diharapkan semua ruas jalan tol dapat dijadikan landasan alternatif sehingga dalam kondisi tertentu, pesawat tempur bisa mendarat dan lepas landas di ruas tol manapun demi melindungi dan mengamankan negeri kita,” ujar mas Bro.
“Jika semua ruas jalan tol bisa menjadi landasan alternatif, maka kualitas jalan tol itu sendiri semakin baik, kian memberikan keamanan dan kenyamanan kepada konsumennya,” urai Yudi.
