JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Anggota Komisi E DPRD Jakarta, Ghozi Zulazmi mengusulkan layanan perahu keliling literasi untuk memperluas akses buku bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Gagasan itu bertujuan mengatasi keterbatasan akses bacaan. Memperkuat budaya literasi.
Menurutnya, program Literasi di Jakarta tidak boleh hanya terpusat di daratan. Pemprov Jakarta harus menghadirkan layanan sesuai kondisi geografis.
“Kalau di daratan ada mobil perpustakaan keliling, di Kepulauan Seribu bisa dikembangkan perahu keliling literasi dari satu pulau ke pulau lainnya,” kata Ghozi beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu, ia meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Jakarta mengembangkan Program Literasi secara berkelanjutan.
Baca Juga: Susun Masterplan Tunggal di Grogol, DPRD Jakarta Desak Integrasi MRT-TransJakarta Ramah Disabilitas
Ia menyampaikan pengembangan literasi tidak cukup melalui kegiatan seremonial. Pemerintah perlu memastikan program bermanfaat nyata, mulai kemudahan memperoleh buku hingga ruang terbuka bagi masyarakat mengembangkan pengetahuan dan kreativitas.
Perkuat Ekosistem Literasi
Ghozi mengapresiasi penyelenggaraan Festival Pustakarsa (Perpustakaan, Kearsipan, dan Sastra) yang digelar Dispusip DKI Jakarta pada 14–18 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan meliputi lokakarya menulis, bincang buku, diskusi sastra, pameran kearsipan dan sejarah Jakarta, bazar buku murah, serta pameran komunitas literasi. Menghadirkan malam anugerah Piala HB Jassin 2026.
Menurut Ghozi, kegiatan semacam itu memperluas partisipasi masyarakat dalam membangun budaya literasi. Aktivitas literasi tidak hanya terbatas pada membaca, tetapi juga mencakup menulis, berdiskusi, berkarya, dan mengapresiasi sastra.
Baca Juga: Maknai Hari Santri Nasional, PPP Pandeglang Ingatkan Santri Tak Berhenti Mengaji
Pemanfaatan ruang publik seperti Taman Ismail Marzuki (TIM) mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan, karya sastra, dan kegiatan kebudayaan.
