Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK tanggal 26 Maret 2026 (Periodik 2025) dengan status verifikasi lengkap, total harta kekayaan bersih yang dilaporkan oleh Nusron Wahid mencapai Rp22.762.598.724 (Rp22,76 miliar) setelah dikurangi kewajiban hutang sebesar Rp1.100.000.000 (Rp1,1 miliar)
Berikut rincian komposisi harta kekayaannya:
Tanah dan Bangunan (Total: Rp16.944.912.556 / Rp16,94 miliar):
- Memiliki 23 bidang tanah dan bangunan (seluruhnya hasil sendiri) yang tersebar di Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Kudus.
- Aset terbesar: Tanah dan bangunan seluas 931 m²/500 m² di Jakarta Selatan senilai Rp6.700.000.000.
- Aset besar lainnya: Tanah dan bangunan seluas 297 m²/253 m² di Jakarta Selatan senilai Rp2.200.000.000.
Alat Transportasi dan Mesin (Total: Rp1.776.377.000/Rp1,77 miliar):
Memiliki 4 unit mobil (seluruhnya hasil sendiri):
- Toyota HiAce 28MT Minibus (2024): Rp730.000.000
- Toyota Kijang Minibus (2023): Rp546.377.000
- Toyota Innova (2019): Rp350.000.000
- Honda HR-V 1.5 E CVT (2015): Rp150.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp397.610.000
- Surat Berharga: Rp650.796.198
- Kas dan Setara Kas: Rp4.092.902.970 (Rp4,09 miliar)
- Total Harta Kekayaan (Kotor): Rp23.862.598.724 (Rp23,86 miliar)
Meskipun memiliki latar belakang karir yang mapan dan kekayaan berlimpah terlapor resmi di KPK, posisi Nusron Wahid kini berada di bawah sorotan tajam publik seiring dengan kewajiban hukumnya untuk bersikap kooperatif memenuhi panggilan penyidik KPK. (m6)
