“Setiap dolar yang diinvestasikan harus menghasilkan perbaikan yang terverifikasi dalam hal kualitas air, keanekaragaman hayati, penguatan kelembagaan, dan penghidupan masyarakat,” katanya.
Dalam pelaksanaan IWC-11, ia juga mendorong peserta memperkuat tata kelola lintas batas, meningkatkan inovasi yang didukung sains dan pendanaan, serta memastikan tercapainya manfaat lingkungan yang nyata dan berkelanjutan.
Jumhur berharap konferensi di Bali tidak sekadar menjadi pertemuan internasional, tetapi juga melahirkan langkah konkret untuk memperkuat agenda air global menjelang pertemuan di Abu Dhabi.
“Biarlah Bali dikenang bukan sekadar sebagai kota tuan rumah, melainkan sebagai tempat lahirnya langkah-langkah tegas yang mendorong agenda air global menuju Abu Dhabi. Perairan yang kita miliki bersama merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Konferensi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Irwan Meilano, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, Sekretaris Jenderal Badan Lingkungan Hidup Abu Dhabi Shaikha Salem Al Dhaheri, perwakilan UNDP di Indonesia Sara Ferrer Olivella, perwakilan Sekretariat GEF Andrew Hume, serta sejumlah pejabat dan perwakilan organisasi internasional, termasuk UNESCO, UNEP, FAO, dan UNDSS.
