POSKOTA.CO.ID - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi terus diperluas. Hingga Senin, 19 Oktober 2026, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mencatat telah menerjunkan puluhan personel untuk memadamkan api di 12 titik rawan sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak serta relawan lapangan.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyampaikan bahwa intervensi ini tidak hanya berfokus pada pemadaman fisik, tetapi juga mitigasi dampak kesehatan akibat paparan asap pekat yang mengganggu aktivitas masyarakat.
“Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar petugas dan relawan serta membantu masyarakat yang terdampak asap,” ujar Idy dalam keterangan tertulisnya, Senin.
Operasi pemadaman yang berlangsung sejak 28 Juli 2026 ini memprioritaskan area pemukiman dan titik api aktif. Sejumlah wilayah utama yang ditangani meliputi Banjarbaru di Jalan Golf Ujung dan Jalan Lingkar Selatan, Kubu Raya diDesa Parit Baru dan Desa Wonodadi 2, serta Palangka Raya di Jalan Alson 3.
Baca Juga: Mendagri Sebut Penanganan Karhutla Terus Dioptimalkan Meski Diterpa Berbagai Tantangan
Selain itu, penyisiran titik api juga mencakup area Kutai Timur, Berau, Kotawaringin Timur, hingga Mamuju Tengah.
Untuk mendukung pergerakan cepat di medan sulit, Baznas mengerahkan 51 personel Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang dibekali satu unit mobil rescue, tujuh mobil operasional, dan dua sepeda motor pendukung.
Dukungan Logistik dan Penanganan Dampak Kesehatan
Selain aksi pemadaman di garis depan, Baznas mendirikan 13 titik dapur air guna memasok air minum dan makanan ringan bagi para relawan yang bertugas.
Bantuan pangan siap saji dan multivitamin juga disalurkan langsung ke wilayah Samuda, Kotawaringin Timur dan Kelurahan Raja, Pangkalan Bun.
Guna mengantisipasi krisis air bersih dan gangguan pernapasan, Baznas mendistribusikan bantuan melalui beberapa langkah strategis, antara lain:
- Pengadaan air bersih yang disalurkan ke 9 titik krisis di Kalimantan Tengah serta Sumatra Selatan, termasuk wilayah Ogan Ilir dan Banyuasin.
- Pembagian masker di 27 titik strategis yang mencakup pemukiman warga, sekolah, dan pondok pesantren.
- Mempersiapkan operasional Rumah Sehat Oksigen Baznas di Palangka Raya sebagai penanganan darurat bagi warga yang mengalami ISPA akibat kabut asap.
Idy menegaskan, penanganan bencana skala besar ini membutuhkan sinergi lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah maupun komunitas relawan lokal, agar penanganan darurat dan pendorongan bantuan bisa tepat sasaran.
“Sinergi berbagai pihak sangat diperlukan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung ketahanan para petugas di lapangan,” tuturnya.
