Obrolan Warteg: Bicara Pangan Tak Sebatas Ketersediaan Mencukupi, tapi Terjangkau

Sabtu 17 Okt 2026, 10:16 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Sabtu, 17 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Sabtu, 17 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

“Lantas bagaimana pula dengan pangan yang terjangkau?” tanya Yudi lagi.

“Kalau terjangkau dalam pengertian mengakses pangan sudah sangat mudah, tapi terjangkau dalam pengertian harga, masih mengundang perdebatan dengan beragam sudut pandang,” jelas mas Bro.

“Harga pangan terjangkau itu sifatnya relatif. Bagi kelompok tertentu, harga sangat terjangkau, tetapi tidak demikian bagi kelompok lain, utamanya bagi mereka yang berpenghasilan rendah, meski semahal apa pun harus tetap dijangkau karena merupakan kebutuhan pokok sehari – hari,” jelas Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Yuk, Kibarkan Merah Putih Meriahkan Bulan Kemerdekaan

“Poin pentingnya pada stabilitas harga pangan. Harga yang fluktuatif dan cenderung naik akan membebani masyarakat, paling terasa rakyat lapisan bawah dengan daya beli kian melemah,” urai mas Bro.

“Jadi ketersediaan pangan harus dibarengi dengan stabilitas harga, swasembada pangan harus pula berdampak kepada peningkatan pendapatan, utamanya para petani dan peternak,”  kata Heri.

“Betul, karena merekalah yang tiada lelah menyediakan kebutuhan pangan penduduk Indonesia. Peningkatan produksi hendaknya diikuti dengan meningkatnya pendapatan,” harap mas Bro.


Berita Terkait


News Update