Kendati demikian, kata Mahawan, dampak karhutla yang meluas hingga Jakarta dan Pulau Jawa tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan daerah tempat kebakaran terjadi.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Parah, Warga Malaysia Geruduk KBRI Kuala Lumpur soal Karhutla Indonesia
Diperlukan koordinasi lintas wilayah untuk memastikan operasi pemadaman, ketersediaan personel dan logistik, pengawasan kawasan rawan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat berjalan efektif.
Mahawan menilai, penanganan dampak asap di Jakarta hanya mengatasi sebagian persoalan karena sumber emisi tetap harus dikendalikan.
Pemadaman sejak dini, terutama pada kebakaran lahan gambut yang dapat terus membara di bawah permukaan, menjadi langkah penting untuk mencegah produksi asap berkepanjangan.
“Ketika asap karhutla sudah mampu mencapai Jakarta, itu menunjukkan skala kebakaran, dan karhutla bukan lagi sekadar persoalan kebakaran di daerah. Ini adalah persoalan tata kelola lingkungan, kesehatan masyarakat, kesiapsiagaan bencana, dan kemampuan negara mengendalikan sumber risiko sebelum dampaknya meluas,” terang Mahawan.
