Kepala BNPB Diganti di Tengah Dugaan Korupsi Dana Bencana, Rocky Gerung Singgung Radical Break

Jumat 16 Okt 2026, 18:27 WIB
Watimpres Rocky Gerung. (Sumber: Instagram)
Watimpres Rocky Gerung. (Sumber: Instagram)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto kembali merombak jajaran pejabat strategis Kabinet Merah Putih, Kamis, 15 Okotber 2026, termasuk mengganti Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dengan Letjen TNI Kristomei Sianturi di tengah dugaan korupsi dana bencana.

Langkah perombakan yang dibarengi rotasi wakil menteri serta pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) ini dinilai oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung sebagai sinyal Radical Break Presiden untuk memutus beban politik masa lalu. Berikut rincian perombakan kabinet beserta analisis politiknya.

Perombakan Posisi Kepala BNPB di Tengah Sorotan Kasus Hukum

Pelantikan Kristomei ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 113/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Pergantian posisi pimpinan BNPB ini terbilang menjadi sorotan hangat lantaran dilakukan tidak lama setelah KPK menetapkan Bima Setyawan yang diketahui merupakan adik dari Kepala BNPB sebelumnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan.

Langkah cepat perombakan ini dinilai sebagai upaya tegas dari pihak Istana untuk menjaga integritas dan tata kelola kelembagaan di tubuh BNPB agar fokus pelayanan darurat kebencanaan masyarakat tidak terganggu oleh persoalan hukum perorangan.

Baca Juga: Daftar 9 Pejabat Baru yang Dilantik Prabowo Hari Ini: Ada Wamenhan hingga Kepala BNPB

Selain merombak posisi Kepala BNPB, Presiden Prabowo turut melantik sejumlah pejabat baru untuk mengisi posisi wakil menteri serta memimpin badan baru.

Berdasarkan Keppres Nomor 42/M Tahun 2026 dan Nomor 43/M Tahun 2026, pejabat yang dilantik meliputi Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wamenhan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi, serta Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wamenhan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.

Pemerintah juga melantik Dr. Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian, M. Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta mengangkat Prof. Satyawan Pudyatmoko bersama Mayjen TNI Srianto untuk memimpin lembaga baru, yakni Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Badan ini dibentuk kembali di bawah koordinasi langsung Presiden untuk memperkuat penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rocky Gerung Sebut Radical Break Presiden

Dinamika perombakan kabinet ini turut mendapat tanggapan dari Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rocky Gerung. Dalam sebuah tayangan wawancara bersama Rosianna Silalahi, Rocky menilai gelombang perombakan pejabat ini merupakan sinyal awal dari langkah pembersihan atau yang ia sebut sebagai Radical Break.

Rocky menegaskan Prabowo harus berani melangkah independen tanpa terbebani oleh kesepakatan politik masa lalu demi menjaga marwah etika konstitusi dan legitimasi pemerintahannya.


Berita Terkait


News Update