Lebih lanjut, Ghoffar mengatakan bahwa Ombudsman telah mengindikasi beberapa faktor yang menjadi penyebab antrean panjang hingga kelangkaan BBM di beberapa wilayah Indonesia.
1. Kendala logistik dan distribusi
Keterlambatan kapal dan kendala bongkar di Terminal IT Manggis membuat antrean panjang di Bali. Sementara itu, laporan dari Sulawesi Barat disebabkan oleh keterlambatan pasokan dari depot Pare-pare.
Hasil pantauan Ombudsman di Sumatra Utara menunjukkan penyebab antrean panjang dikarenakan adanya kendala armada/depot dan ketersediaan pengemudi.
Baca Juga: Jadwal WFH di Bali Oktober 2026 Sampai Kapan? Cek Ketentuannya Imbas Antrean BBM Mengular
2. Ketidaksesuaian kebutuhan dengan kuota
Berdasarkan indikasi awal Ombudsman, ketidaksesuaian antara kebutuhan riil, kuota, dan pasokan pada jenis BBM tertentu berpengaruh pada kelangkaan sejumlah BBM.
Misalnya, di Sulawesi Selatan tercatat ada perpindahan sebagian pengguna dari BBM nonsubsidi ke Solar, persoalan kuota, serta keterlambatan distribusi bahan baku campuran Biosolar.
3. Persoalan operasional SPBU
kapasitas pelayanan SPBU, jam operasional, jumlah dan kapasitas nozzle, pengaturan antrean, serta kecukupan informasi dapat memperpanjang waktu tunggu saat permintaan meningkat.
4. Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi
Adanya dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi hingga pelangsiran atau penggunaan tangki modifikasi yang membuat permasalahan terkait BBM semakin kompleks.
Ombudsman menyampaikan bahwa, faktor-faktor tersebut masih merupakan indikasi awal dari hasil pemantauan, bukan kesimpulan final tentang penyebab di setiap daerah sehingga perlu diteliti dan ditindaklanjuti lagi.
