5 Fakta OTT KPK di BNPB: Dugaan Korupsi Dana Bencana, Uang Miliaran dan Emas Disita

Rabu 14 Okt 2026, 13:40 WIB
KPK mengadakan operasi tangkap tangan di BNPB pada Selasa, 13 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Instagram/@official.kpk)
KPK mengadakan operasi tangkap tangan di BNPB pada Selasa, 13 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Instagram/@official.kpk)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa, 13 Oktober 2026.

Tindakan penindakan hukum tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana kebencanaan. Dalam operasi tersebut, belasan orang ditangkap.

Berikut fakta-fakta sementara dalam OTT di BNPB:

1. 14 Orang Termasuk Sestama Ditangkap

KPK menangkap total 14 orang dalam OTT tersebut. Pihak-pihak yang ditangkap ini berasal dari pejabat internal BNPB, mulai Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga swasta.

“Saat ini, 14 orang yang kami tangkap sedang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, baik dari pihak-pihak BNPB maupun swasta yang diduga terkait dengan peristiwa ini,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat memberikan keterangan kepada wartawan, dikutip Poskota, Rabu, 14 Oktober 2026.

Baca Juga: Sempat Mangkir, KPK Panggil Ulang Menteri ATR Nusron Wahid Terkait Dugaan Korupsi HGB Summarecon

2. Sita Uang Tunai Rp1,4 Miliar dan Emas Batangan

Barang bukti bernilai fantastis disita dari beberapa lokasi penindakan. Selain uang tunai dengan hitungan awal mencapai Rp1,4 miliar, tim penindakan juga menyita aset berupa emas batangan dan tabungan emas.

“Selain mengamankan sejumlah pihak, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar rupiah,” jelas Budi Prasetyo.

3. Diduga Korupsi Dana Siap Pakai untuk Bencana

Kasus ini menarik perhatian publik karena diduga menyangkut anggaran darurat untuk penanganan bencana. Proyek yang sedang diusut oleh penyidik ini menggunakan dana siap pakai yang seharusnya digunakan untuk membantu penanganan bencana bagi masyarakat.

“Kegiatan penyelidikan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,” tutur Budi.

4. Operasi Tangkap Tangan ke-22 Sepanjang 2026

Operasi penindakan di BNPB ini menjadi OTT ke-22 yang digelar KPK sepanjang tahun 2026. Penindakan ini menambah deretan kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK tahun ini, mulai dari sektor pemerasan, suap proyek, hingga pengadaan barang.


Berita Terkait


News Update