Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra Belum Padam, 1.085 Hotspot Terdeteksi

Selasa 13 Okt 2026, 18:59 WIB
Ilustrasi - Sebanyak 1.085 titik hotspot karhutla terdeteksi di Sumatra dan Kalimantan. (Sumber: Pexels/Vladyslav Dukhin)
Ilustrasi - Sebanyak 1.085 titik hotspot karhutla terdeteksi di Sumatra dan Kalimantan. (Sumber: Pexels/Vladyslav Dukhin)

POSKOTA.CO.ID - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra masih berlangsung hingga hari ini, Selasa, 13 Oktober 2026.

Dihimpun dari laman resmi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, hingga Senin 12 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, terdapat sekitar 1.085 hotspot atau titik panas yang terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.

Data tersebut diperoleh dari hasil pemantauan yang tercatat dalam Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan menggunakan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.

"Pantauan hotspot, berdasarkan data SiPongi yang bersumber dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada 12 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB terdeteksi 1.085 hotspot - high confidence," tulis Kemenhut, seperti dikutip dari akun Instagram @kemenhut, Selasa, 13 Oktober 2026.

Baca Juga: Jadwal Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Kapan Terjadi? Catat Tanggal, Jam, dan Lokasinya

Daftar Sebaran Hotspot di Indonesia

Masih dilansir dari website Kemenhut, berikut ini daftar sejumlah titik panas di enam provinsi di Indonesia dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence.

  • Kalimantan Tengah: 227 titik, meningkat dari 74 titik;
  • Sumatra Selatan: 147 titik, meningkat dari 121 titik;
  • Kalimantan Selatan: 113 titik, meningkat dari 15 titik;
  • Kalimantan Barat: 31 titik, meningkat dari 24 titik;
  • Jambi: 24 titik, meningkat dari 4 titik; dan
  • Riau: nihil, tetap nihil.

Berdasarkan data tersebut, diketahui dari enam provinsi yang ada di atas, Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan secara berurutan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak.

Baca Juga: Kementerian PKP Gandeng BRAN Perkuat Koordinasi Penyelesaian Persoalan Agraria untuk Program 3 Juta Rumah

Adapun, hotspot adalah indikasi titik panas yang terdeteksi melalui penginderaan satelit dan tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran. Namun, temuan tersebut tetap menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam upaya pengendalian karhutla.

"Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 542 hotspot high confidence, meningkat 304 titik dibandingkan 238 titik sehari sebelumnya," kata Kemenhut.

Kemenhut Kerahkan Operasi Udara untuk Padamkan Karhutla

Salah satu upaya Kemenhut untuk menangani karhutla, yaitu dengan melakukan operasi udara. Kemenhut menurunkan sebanyak 61 unit armada yang terdiri dari 17 unit untuk patroli dan OMC serta 44 unit untuk operasi water bombing.

Sementara itu, sekitar 55 unit lainnya dikerahkan untuk 6 provinsi prioritas Karhutla dan 6 unit sisanya digunakan untuk waterbombing diluar provinsi prioritas.

"Tim gabungan terus melakukan penanganan Karhutla melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, serta upaya pencegahan dan pengendalian di 6 wilayah prioritas (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi)," kata Kemenhut.

Baca Juga: Widi Prasetijono Asal Mana? Ini Profil Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Korupsi

Operasi penanganan karhutla ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat, dan para pihak.

Tim gabungan terus berupaya memadamkan api dari berbagai sisi, mulai dari pemadaman di darat, pengeboman udara, patroli udara, hingga melakukan pencegahan dan pengendalian di sejumlah wilayah rawan karhutla.

Update Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Terdampak Karhutla

Kemenhut mengungkapkan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak karhutla masih belum baik.

Di provinsi Kalimantan Tengah, kondisi udara berada pada kategori sangat tidak sehat (merah) dan Berbahaya (hitam). Kondisi tersebut juga terjadi di wilayah Sumatra Selatan dan Jambi.

"Di Sumatra, kategori sangat tidak sehat (merah) dan Berbahaya (hitam) masih menyelimuti wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Mayoritas kondisi udara di wilayah Indonesia dalam kondisi sedang dan baik (hijau dan biru)," ungkap Kemenhut.


Berita Terkait


News Update