POSKOTA.CO.ID - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra masih berlangsung hingga hari ini, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dihimpun dari laman resmi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, hingga Senin 12 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, terdapat sekitar 1.085 hotspot atau titik panas yang terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.
Data tersebut diperoleh dari hasil pemantauan yang tercatat dalam Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan menggunakan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.
"Pantauan hotspot, berdasarkan data SiPongi yang bersumber dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada 12 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB terdeteksi 1.085 hotspot - high confidence," tulis Kemenhut, seperti dikutip dari akun Instagram @kemenhut, Selasa, 13 Oktober 2026.
Baca Juga: Jadwal Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Kapan Terjadi? Catat Tanggal, Jam, dan Lokasinya
Daftar Sebaran Hotspot di Indonesia
Masih dilansir dari website Kemenhut, berikut ini daftar sejumlah titik panas di enam provinsi di Indonesia dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence.
- Kalimantan Tengah: 227 titik, meningkat dari 74 titik;
- Sumatra Selatan: 147 titik, meningkat dari 121 titik;
- Kalimantan Selatan: 113 titik, meningkat dari 15 titik;
- Kalimantan Barat: 31 titik, meningkat dari 24 titik;
- Jambi: 24 titik, meningkat dari 4 titik; dan
- Riau: nihil, tetap nihil.
Berdasarkan data tersebut, diketahui dari enam provinsi yang ada di atas, Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan secara berurutan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak.
Adapun, hotspot adalah indikasi titik panas yang terdeteksi melalui penginderaan satelit dan tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran. Namun, temuan tersebut tetap menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam upaya pengendalian karhutla.
"Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 542 hotspot high confidence, meningkat 304 titik dibandingkan 238 titik sehari sebelumnya," kata Kemenhut.
Kemenhut Kerahkan Operasi Udara untuk Padamkan Karhutla
Salah satu upaya Kemenhut untuk menangani karhutla, yaitu dengan melakukan operasi udara. Kemenhut menurunkan sebanyak 61 unit armada yang terdiri dari 17 unit untuk patroli dan OMC serta 44 unit untuk operasi water bombing.
