Sementara itu, sekitar 55 unit lainnya dikerahkan untuk 6 provinsi prioritas Karhutla dan 6 unit sisanya digunakan untuk waterbombing diluar provinsi prioritas.
"Tim gabungan terus melakukan penanganan Karhutla melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, serta upaya pencegahan dan pengendalian di 6 wilayah prioritas (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi)," kata Kemenhut.
Baca Juga: Widi Prasetijono Asal Mana? Ini Profil Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Korupsi
Operasi penanganan karhutla ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat, dan para pihak.
Tim gabungan terus berupaya memadamkan api dari berbagai sisi, mulai dari pemadaman di darat, pengeboman udara, patroli udara, hingga melakukan pencegahan dan pengendalian di sejumlah wilayah rawan karhutla.
Update Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Terdampak Karhutla
Kemenhut mengungkapkan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak karhutla masih belum baik.
Di provinsi Kalimantan Tengah, kondisi udara berada pada kategori sangat tidak sehat (merah) dan Berbahaya (hitam). Kondisi tersebut juga terjadi di wilayah Sumatra Selatan dan Jambi.
"Di Sumatra, kategori sangat tidak sehat (merah) dan Berbahaya (hitam) masih menyelimuti wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Mayoritas kondisi udara di wilayah Indonesia dalam kondisi sedang dan baik (hijau dan biru)," ungkap Kemenhut.
