JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mereplikasi pola pengelolaan sampah terpadu dari Sungai Ciliwung ke 11 sungai lainnya menuai dukungan dari kalangan legislator.
Pasalnya, cara tersebut efektif menahan dan mengolah sampah dari hulu, sebelum menumpuk di Pintu Air Manggarai.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Thamrin mengatakan, fasilitas penyaringan terpadu seperti di TB Simatupang memungkinkan sampah sungai dipilah berdasarkan jenis.
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos dan maggot. Sedangkan sampah anorganik dipadatkan untuk kebutuhan industri.
Baca Juga: DPRD DKI Himbau Mal dan Gedung Swasta Gratiskan Parkir 30 Menit untuk Ojol
“Lebih baik sampah disaring dari hulu agar langsung dipilah dan diolah,” ujar Thamrin, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, sistem tersebut perlu terintegrasi dengan fasilitas pengolahan lain, seperti RDF Rorotan, RDF Bantargebang, dan TPS 3R.
Integrasi tersebut mampu memilah dan menangani sampah sesuai karakteristik. Sampah basah dari sungai tidak bisa diproses di fasilitas RDF. Butuh penanganan awal. Sehingga hasil pemilahan tidak menimbulkan persoalan baru.
Selain membenahi fasilitas pengolahan, Thamrin juga meminta Pemprov DKI memperkuat edukasi masyarakat. Bahkan, penegakan aturan di tingkat rumah tangga.
Baca Juga: Pansus CSR DPRD DKI Tinjau Program Jakpro Minta Perkuat Pemberdayaan UMKM
Optimalisasi Pergub Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga serta penguatan bank sampah dapat mencegah sampah masuk ke saluran air dan sungai.
“Kalau TPS 3R di kelurahan berjalan, sampah tidak akan masuk ke sungai sejak awal,” kata Thamrin.
Tak hanya itu, perlu kerja sama dengan daerah hulu. Terutama dengan Bogor dan Depok. Sinergi itu bisa dengan skema bantuan hibah berbasis kinerja.
Pemberian bantuan kepada wilayah penyangga, lanjut Thamrin, untuk membangun fasilitas penyaringan sampah. Sekaligus, menindak pembuangan sampah liar di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
“Replikasi ke 11 sungai itu perlu didukung eksekusi teknis dan kerja sama lintas daerah,” imbuh dia.
“Tanpa pemilahan dari rumah tangga dan pengendalian sampah kiriman dari hulu, fasilitas pengolahan apa pun bisa kewalahan,” pungkas Thamrin.
