Meski begitu, fitur tersebut masih memiliki keterbatasan ketika proses perekaman sedang berlangsung.
Beberapa pengaturan seperti fokus tidak dapat diubah secara bebas setelah video mulai direkam.
Kondisi ini dapat menyulitkan kreator yang ingin menyesuaikan fokus atau karakter gambar secara langsung ketika objek maupun situasi berubah.
Bagi pengguna biasa, keterbatasan tersebut mungkin tidak terlalu mengganggu.
Namun, bagi kreator yang terbiasa melakukan pengambilan gambar secara manual, kemampuan mengubah pengaturan ketika merekam merupakan aspek penting.
Penyempurnaan pada bagian ini dapat membuat fitur kontrol kamera profesional menjadi lebih bermanfaat untuk berbagai kebutuhan produksi konten.
4. Sejumlah Fitur Tambahan Membutuhkan Adaptasi
Meskipun menawarkan berbagai fitur baru, tidak semuanya langsung terasa berguna bagi setiap pengguna.
Camera Control, misalnya, belum tentu menjadi fitur yang sering digunakan oleh orang yang terbiasa mengoperasikan kamera melalui layar sentuh.
Begitu pula dengan variable aperture dan pengaturan kamera profesional yang manfaatnya lebih terasa bagi pengguna yang ingin mengontrol hasil gambar secara lebih detail.
Di sisi lain, fitur seperti Clean Up dinilai memberikan hasil penghapusan objek yang lebih bersih dalam pengalaman penggunaan.
Namun, manfaat fitur tersebut tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan banyaknya fitur yang tersedia, tetapi juga menilai apakah fitur tersebut benar-benar akan digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
