Obrolan Warteg: Sehat Badan, Mental dan Sosial Tak Kalah Penting dengan Isi Kantongnya

Senin 12 Okt 2026, 08:09 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 12 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 12 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Krisis kesehatan mental menjadi salah satu tantangan paling mendesak saat ini. Sebab, gangguan kesehatan mental menjadi penyebab  kedua terbesar disabilitas jangka panjang secara global.

Dampaknya luar biasa, tak hanya kerugian ekonomi, terlebih penurunan kualitas hidup masyarakat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1 miliar orang di dunia atau setara yang kira-kira setara dengan 1 dari setiap 7 orang hidup dengan gangguan kesehatan mental, dengan kecemasan dan depresi sebagai kondisi paling umum.

Dampak gangguan mental seperti depresi dan kecemasan merugikan ekonomi global hingga 1 triliun dolar AS per tahun, terutama akibat hilangnya produktivitas kerja.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Polri Bersama Masyarakat Semakin Dipercaya, Hebat, dan Kuat

Begitu pentingnya kesehatan mental (jiwa), maka WHO menetapkan Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober.

Di negeri kita, gangguan kesehatan mental cukup memprihatinkan, terdapat puluhan juta jiwa berpotensi mengidap gangguan jiwa, tak terkecuali anak- anak dan remaja.

“Tapi  ingat gangguan jiwa bukan berarti ‘gila’. Stres, depresi, cemas, was- was,dan trauma juga merupakan gangguan kesehatan jiwa,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Rasa takut yang berlebihan karena lingkungan yang tidak nyaman dan aman juga bagian dari gangguan kesehatan jiwa ya?” ujar Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Batik Pakaian Bergengsi, Simbol Kekuatan Budaya Bangsa

“Bisa juga karena daerah rawan bencana. Beban kerja kian berat, persaingan tidak sehat, desakan kebutuhan ekonomi bisa juga menjadi penyebab terjadinya gangguan jiwa,” ujar mas Bro.

“Jadi sehat itu tak hanya badannya, juga jiwanya. Bapak pendiri bangsa (founding fathers) kita, telah menyadari sejak jauh- jauh hari, betapa pentingnya jiwa kita dalam pembangunan bangsa,” ujar Heri.

“Pentingnya kesehatan jiwa dan badan tercermin dari petikan syair lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya: Bangunlah jiwanya. Bangunlah badannya. Untuk Indonesia Raya,” ujar Yudi.

“Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, mental dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Ketiga unsur tadi sehat jiwa, raga dan sosial merupakan kesatuan yang utuh, tak bisa dipisahkan dalam diri manusia,” urai mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Aslinya Tunjukan KTA, Dinarasikan Ijazah UGM

”Tak kalah penting sehat juga kantongnya. Jika kantong sakit, akan sakit pula badannya, jiwanya dan aksi sosialnya,” celatuk Yudi.

“Apalagi sudah kantong lagi sakit, harga kebutuhan pokok sehari – hari melangit, sakitnya jadi berlipat – lipat ya,” kata Heri.

“Semoga negara selalu hadir menyehatkan seluruh rakyatnya. Sehat badannya, mentalnya, sosialnya serta sehat kantong kita semua,” ujar mas Bro.


Berita Terkait


News Update