“Bisa juga karena daerah rawan bencana. Beban kerja kian berat, persaingan tidak sehat, desakan kebutuhan ekonomi bisa juga menjadi penyebab terjadinya gangguan jiwa,” ujar mas Bro.
“Jadi sehat itu tak hanya badannya, juga jiwanya. Bapak pendiri bangsa (founding fathers) kita, telah menyadari sejak jauh- jauh hari, betapa pentingnya jiwa kita dalam pembangunan bangsa,” ujar Heri.
“Pentingnya kesehatan jiwa dan badan tercermin dari petikan syair lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya: Bangunlah jiwanya. Bangunlah badannya. Untuk Indonesia Raya,” ujar Yudi.
“Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, mental dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Ketiga unsur tadi sehat jiwa, raga dan sosial merupakan kesatuan yang utuh, tak bisa dipisahkan dalam diri manusia,” urai mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Aslinya Tunjukan KTA, Dinarasikan Ijazah UGM
”Tak kalah penting sehat juga kantongnya. Jika kantong sakit, akan sakit pula badannya, jiwanya dan aksi sosialnya,” celatuk Yudi.
“Apalagi sudah kantong lagi sakit, harga kebutuhan pokok sehari – hari melangit, sakitnya jadi berlipat – lipat ya,” kata Heri.
“Semoga negara selalu hadir menyehatkan seluruh rakyatnya. Sehat badannya, mentalnya, sosialnya serta sehat kantong kita semua,” ujar mas Bro.
