Kucurkan Pembiayaan Rp5,87 Triliun, Bank Jakarta Garap Proyek Rumah Informal hingga Bus Listrik Transjakarta

Senin 12 Okt 2026, 20:20 WIB
Penandatanganan kerja sama Bank Jakarta digelar di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta pusat, Senin 12, Oktober 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)
Penandatanganan kerja sama Bank Jakarta digelar di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta pusat, Senin 12, Oktober 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Bank Jakarta resmi menandatangani tiga kerja sama strategis bernilai total Rp5,87 triliun bersama BUMD, BUMN, dan perangkat daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

Penandatanganan kerja sama ini digelar di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta pusat, Senin 12, Oktober 2026, sebagai bagian dari percepatan transformasi Jakarta menuju kota global berdaya saing.

Tiga proyek utama tersebut mencakup pembiayaan perumahan pekerja informal, elektrifikasi bus Transjakarta, hingga pembangunan fasilitas penyeberangan pejalan kaki (pedestrian deck) Dukuh Atas.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan visi Jakarta masuk dalam jajaran 50 Kota Global Teratas pada 2030.

Baca Juga: Pemprov DKI Tetap Kuasai Saham Mayoritas Bank Jakarta dan PAM Jaya Meski Nanti Telah IPO

“Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota,” kata Pramono, Senin, 12 Oktober 2026.

Danai Rumah Pekerja Informal dan Elektrifikasi 3.782 Armada Transjakarta

Pada sektor perumahan, Bank Jakarta bersinergi dengan Dinas PRKP, Dinas PPKUKM, dan Jamkrida Jakarta mengalokasikan plafon Rp587 miliar untuk Program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR).

Program pembiayaan dan penjaminan kredit ini difokuskan untuk memberikan kemudahan bagi pekerja sektor informal agar bisa mengakses hunian layak.

Di sektor transportasi, Bank Jakarta berkomitmen mengucurkan dana sebesar Rp5,07 triliun kepada PT Transportasi Jakarta guna mendukung elektrifikasi 3.782 armada bus listrik selama tiga tahun.

Baca Juga: Dongkrak Industri Perhotelan Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Perbanyak Kegiatan Berskala Besar

Inisiatif pembiayaan hijau ini ditujukan untuk mempercepat alih energi ramah lingkungan serta memangkas tingkat emisi gas buang di jalanan ibu kota.

Selain perumahan dan armada bus, Bank Jakarta turut menyalurkan fasilitas kredit senilai Rp220 miliar dengan tenor 15 tahun kepada PT MRT Jakarta (Perseroda).

Pinjaman tersebut dialokasikan khusus untuk membiayai pembangunan fasilitas pedestrian deck di kawasan integrasi antarmoda Dukuh Atas.

Fasilitas pejalan kaki ini dirancang untuk mempermudah konektivitas dan mobilitas pengguna moda transportasi umum di titik temu MRT, LRT, dan Commuter Line.

“Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kerja sama ini,” ujarnya.

52 Kerja Sama Strategis BUMD hingga Triwulan III 2026

Kepala Badan Pembinaan BUMD Jakarta, Saefullah Hidayat membeberkan telah terjalin sebanyak 52 kerja sama strategis lintas BUMD dan BUMN hingga triwulan III 2026.

Pada momentum yang sama, dilakukan penandatanganan 15 kesepakatan baru yang mencakup sektor kesehatan, infrastruktur digital, hingga energi rendah karbon.

"BUMD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Jakarta. Peran tersebut tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga mencakup pelayanan masyarakat dan penggerak perekonomian daerah," ucapnya.

Beberapa di antaranya mencakup pengelolaan limbah medis rumah sakit daerah, pengembangan biofuel dari limbah cair bersama Pertamina, hingga pelatihan vokasi tenaga kerja.

Di sektor kesehatan, delapan BUMD bekerja sama dengan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) yang menaungi 31 rumah sakit daerah.

PT Jakarta Infrastruktur Propertindo bekerja sama dengan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia untuk pemanfaatan sarana telekomunikasi dan layanan konektivitas. Kerja sama dengan PT Danareksa (Persero) juga mencakup penyelenggaraan media periklanan, CCTV, pusat data, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu, pengembangan energi rendah karbon dilakukan melalui kolaborasi Perumda Paljaya dengan PT Pertamina (Persero) untuk menjajaki pemanfaatan limbah Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel. Transjakarta juga menjalin kerja sama dengan Pertamina dalam pengembangan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon bagi transportasi publik.

Sinergi antar-BUMD turut diperkuat melalui kerja sama PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan PT MRT Jakarta dalam pengembangan kawasan, properti, serta konsep Transit-Oriented Development (TOD) pada jalur MRT Jakarta East–West.

Selain kerja sama bisnis dan infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi. Hingga akhir 2026, program tersebut direncanakan mencakup 16 kelas dengan total 320 peserta.

Materi pelatihan meliputi bahasa asing, pemasaran digital, pembuatan konten, juru gambar, housekeeping, hospitality, dan kelistrikan. Program ini diharapkan meningkatkan keterampilan serta kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja.

Menurut Saefullah, kemitraan lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perkotaan yang modern dan tangguh. “Dari 15 kerja sama tersebut, kami melihat bahwa masa depan Jakarta tidak dibangun secara sektoral, tetapi melalui kemitraan strategis lintas sektor. Sinergi adalah jembatan menuju ekosistem perkotaan yang tangguh, modern, dan mandiri,” ujarnya.


Berita Terkait


News Update