Cristiano Ronaldo Terancam Skorsing 6 Bulan dari Timnas Portugal, Ini Penyebabnya

Minggu 11 Okt 2026, 19:58 WIB
Potret pemain Al Nassr, Cristiano Ronaldo. (Sumber: Instagram/@cristiano)
Potret pemain Al Nassr, Cristiano Ronaldo. (Sumber: Instagram/@cristiano)

POSKOTA.CO.ID - Cristiano Ronaldo menghadapi masalah disiplin setelah meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal tanpa izin. Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) telah menjatuhkan skorsing sementara terhadap kapten tim tersebut sambil memproses dugaan pelanggaran yang dilakukannya.

Kasus ini bermula ketika Ronaldo meninggalkan kamp Portugal di Kopenhagen, Denmark, pada akhir September 2026. Keputusan tersebut terjadi di tengah ketegangan dengan pelatih Jorge Jesus, terutama setelah sang megabintang tidak dimainkan dalam pertandingan melawan Norwegia.

Menurut laporan Reuters, Ronaldo merasa pelatih tidak memenuhi kesepakatan mengenai kesempatan bermainnya. Namun, Jesus membantah adanya kesepakatan formal seperti yang disampaikan Ronaldo.

Baca Juga: Link Live Streaming Persib Bandung vs Dewa United Malam Ini, Mulai Jam 19.00 WIB

FPF Jatuhkan Skorsing Sementara kepada Ronaldo

Pada 10 Oktober 2026, FPF mengonfirmasi bahwa proses disipliner terhadap Ronaldo telah dibuka. Federasi juga menetapkan skorsing sementara nonotomatis dan menyatakan perkara tersebut ditangani secara mendesak.

Keputusan itu belum menjadi hukuman akhir. Komite disiplin masih harus memeriksa dugaan pelanggaran sebelum menentukan sanksi yang akan dijatuhkan kepada pemain berusia 41 tahun tersebut.

Berdasarkan aturan disiplin FPF, pemain yang meninggalkan kegiatan tim nasional tanpa alasan yang dapat dibenarkan dapat menghadapi hukuman larangan bermain selama satu hingga enam bulan. Artinya, Ronaldo berpotensi absen dari Timnas Portugal dalam jangka waktu tersebut jika pelanggaran terbukti dan sanksi maksimal dijatuhkan.

Statusnya sebagai kapten juga menjadi sorotan dalam perkara ini. Meski demikian, durasi hukuman final belum diputuskan sehingga belum dapat dipastikan berapa lama Ronaldo akan absen dari tim nasional.

Ronaldo Akui Kesalahan dan Siap Menerima Konsekuensi

Di tengah proses disipliner, Ronaldo telah menyampaikan permintaan maaf kepada suporter dan rekan-rekan setimnya. Ia mengakui tindakannya meninggalkan kamp tim nasional menimbulkan masalah dan menyatakan kesediaannya menerima konsekuensi.

Dalam pernyataan publiknya, Ronaldo juga menjelaskan bahwa keputusannya berkaitan dengan persoalan kepercayaan setelah terjadi perbedaan pandangan dengan Jorge Jesus. Ia tetap membuka kemungkinan untuk kembali memperkuat Portugal setelah persoalan tersebut selesai.

Sikap tersebut menjadi bagian dari perkembangan terbaru kasus yang kini ditangani federasi. Namun, keputusan Ronaldo untuk meminta maaf tidak serta-merta menghapus proses disipliner yang sedang berjalan.

Kronologi Kasus Cristiano Ronaldo

Berikut sejumlah peristiwa penting yang melatarbelakangi ancaman hukuman terhadap kapten Portugal tersebut:

Tidak dimainkan melawan Norwegia. Ronaldo tidak diturunkan meskipun sempat melakukan pemanasan menjelang pertandingan.

Meninggalkan pemusatan latihan. Ronaldo meninggalkan kamp Portugal di Kopenhagen menjelang laga melawan Denmark.

Terjadi perselisihan dengan pelatih. Ronaldo menyampaikan keberatan terkait komunikasi dan kesepakatan mengenai kesempatan bermain, sedangkan Jesus membantah adanya kesepakatan formal.

FPF membuka proses disipliner. Pada Oktober 2026, federasi mengonfirmasi pemeriksaan dan menetapkan skorsing sementara.

Menunggu keputusan akhir. Ronaldo berpotensi menerima hukuman hingga enam bulan, tetapi durasi sanksi final masih menunggu hasil pemeriksaan.

Baca Juga: Jelang Persib Bandung vs Dewa United: Igor Tolic Akui Persiapan Singkat, Thom Haye Waspadai Lawan

Nasib Ronaldo di Timnas Portugal Masih Menunggu Keputusan

Kasus ini menjadi ujian bagi Ronaldo dan Timnas Portugal menjelang agenda internasional berikutnya. Sebagai kapten sekaligus salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Portugal, absennya Ronaldo berpotensi memengaruhi pilihan pemain yang tersedia bagi tim.

Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas disiplin FPF. Untuk saat ini, yang sudah dipastikan adalah adanya proses disipliner dan skorsing sementara, bukan hukuman final selama enam bulan.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan federasi serta sanksi yang akhirnya ditetapkan.


Berita Terkait


News Update