POSKOTA.CO.ID - Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center Nusa Volt resmi diluncurkan di kawasan Cibubur.
Fasilitas ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik yang terus berkembang, sekaligus memberikan alternatif layanan bagi pengguna mobil listrik dari berbagai kalangan.
SPKLU Center Nusa Volt mengusung konsep layanan yang direncanakan beroperasi selama 24 jam. Pengelola juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung agar pengguna dapat menunggu selama proses pengisian daya.

Direktur PT Persembahan Anugrah Prakasa, Nasrun Umar, mengatakan kehadiran SPKLU Center Nusa Volt merupakan proyek percontohan untuk mengembangkan usaha di sektor kendaraan listrik.
Baca Juga: Dibuka Untuk Umum, Nissan Hadirkan SPKLU Swasta Pertama di Indonesia
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari diversifikasi bisnis perusahaan yang sebelumnya bergerak di bidang SPBU, ritel, dan perkebunan.
“SPKLU Center Nusa Volt itu merupakan pilot project dari perusahaan yang kami pimpin. Kami melihat kendaraan listrik makin hari makin tumbuh berkembang populasinya,” kata Nasrun saat peluncuran, di kawasan Cibubur, Sabtu, 10 Oktober 2026 sore.
Menurut Nasrun, pertumbuhan kendaraan listrik perlu diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Ia menilai peluang pengembangan SPKLU masih terbuka sehingga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk ikut mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Baca Juga: Yuk Merapat, PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU
Selain layanan pengisian daya, pengelola berencana menghadirkan fasilitas pendukung berupa musala, toilet, serta area usaha makanan dan minuman.
Layanan pencucian mobil juga dipertimbangkan untuk menambah kenyamanan pelanggan.
Nasrun menyebut waktu pengisian daya rata-rata diperkirakan sekitar 45 menit hingga satu jam, bergantung pada kondisi dan kebutuhan kendaraan.
Karena itu, fasilitas pendukung dinilai penting agar pelanggan dapat memanfaatkan waktu tunggu dengan lebih nyaman.
Baca Juga: Pemprov DKI Diminta Terapkan Cukai Emisi Ketimbang Cabut Insentif Pajak Kendaraan Listrik
“Kita ingin tampil beda, walaupun dengan keadaan yang terbatas, kita harus punya perbedaan dengan SPKLU yang lain,” ujarnya.
SPKLU Center Nusa Volt juga ingin menjangkau pengguna kendaraan listrik dari berbagai lapisan ekonomi, termasuk pengemudi ojek daring. Pengelola membuka peluang kerja sama dengan platform digital untuk menghadirkan penawaran khusus bagi pelanggan.
Nasrun menegaskan, layanan yang dikembangkan tidak hanya menyasar masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah juga diharapkan dapat menikmati manfaat dari perkembangan infrastruktur kendaraan listrik.
“Apa gunanya kalau kita cuma menyentuh cluster middle to up Middle low harus juga kita sentuh,” kata Nasrun.
Baca Juga: Saige Resmikan Pabrik Kedua di Karawang, Luncurkan 5 Kendaraan Listrik Terbaru
Nia, 45, warga Cibubur, menyambut positif kehadiran SPKLU Center Nusa Volt setelah beralih menggunakan mobil listrik sejak Februari 2026.
Ia mengaku biaya pengisian daya kendaraan listrik jauh lebih hemat dibandingkan pengeluaran untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).
Nia menyebut, sebelum menggunakan mobil listrik, ia menghabiskan sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari untuk membeli bensin.
Kini, biaya pengisian daya hanya berkisar Rp60 ribu hingga Rp80 ribu, bergantung pada jarak perjalanan dan intensitas penggunaan kendaraan.
“Kalau bensin mungkin sehari bisa Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Tapi kalau listrik, paling habis sekitar Rp60 ribu, tergantung kalau dibawa jauh,” ujar Nia saat ditemui di kawasan Cibubur, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Selain lebih hemat, Nia menilai mobil listrik memudahkan mobilitas, termasuk saat melintasi wilayah yang menerapkan kebijakan ganjil genap.
Meski demikian, ia berharap jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) terus ditambah, terutama di kawasan yang masih minim fasilitas, agar pengguna lebih mudah mengisi daya tanpa harus mengantre lama.
“Lebih mudah mencarinya, enggak susah-susah cari (SPKLU). Kami pengguna tentu mencari untuk cas 24 jam,” tutur Nia.
Nia juga berharap fasilitas pengisian daya dapat tersedia di lebih banyak titik dengan layanan yang beroperasi sepanjang hari agar pengguna tidak kesulitan saat membutuhkan pengisian daya.
“Semoga SPKLU ditambah lagi di titik-titik yang jarang tersedia, supaya pengguna kendaraan listrik lebih mudah mencari tempat untuk mengisi daya,” harap Nia.
