Layanan pencucian mobil juga dipertimbangkan untuk menambah kenyamanan pelanggan.
Nasrun menyebut waktu pengisian daya rata-rata diperkirakan sekitar 45 menit hingga satu jam, bergantung pada kondisi dan kebutuhan kendaraan.
Karena itu, fasilitas pendukung dinilai penting agar pelanggan dapat memanfaatkan waktu tunggu dengan lebih nyaman.
Baca Juga: Pemprov DKI Diminta Terapkan Cukai Emisi Ketimbang Cabut Insentif Pajak Kendaraan Listrik
“Kita ingin tampil beda, walaupun dengan keadaan yang terbatas, kita harus punya perbedaan dengan SPKLU yang lain,” ujarnya.
SPKLU Center Nusa Volt juga ingin menjangkau pengguna kendaraan listrik dari berbagai lapisan ekonomi, termasuk pengemudi ojek daring. Pengelola membuka peluang kerja sama dengan platform digital untuk menghadirkan penawaran khusus bagi pelanggan.
Nasrun menegaskan, layanan yang dikembangkan tidak hanya menyasar masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah juga diharapkan dapat menikmati manfaat dari perkembangan infrastruktur kendaraan listrik.
“Apa gunanya kalau kita cuma menyentuh cluster middle to up Middle low harus juga kita sentuh,” kata Nasrun.
Baca Juga: Saige Resmikan Pabrik Kedua di Karawang, Luncurkan 5 Kendaraan Listrik Terbaru
Nia, 45, warga Cibubur, menyambut positif kehadiran SPKLU Center Nusa Volt setelah beralih menggunakan mobil listrik sejak Februari 2026.
Ia mengaku biaya pengisian daya kendaraan listrik jauh lebih hemat dibandingkan pengeluaran untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).
Nia menyebut, sebelum menggunakan mobil listrik, ia menghabiskan sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari untuk membeli bensin.
