Kini, biaya pengisian daya hanya berkisar Rp60 ribu hingga Rp80 ribu, bergantung pada jarak perjalanan dan intensitas penggunaan kendaraan.
“Kalau bensin mungkin sehari bisa Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Tapi kalau listrik, paling habis sekitar Rp60 ribu, tergantung kalau dibawa jauh,” ujar Nia saat ditemui di kawasan Cibubur, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Selain lebih hemat, Nia menilai mobil listrik memudahkan mobilitas, termasuk saat melintasi wilayah yang menerapkan kebijakan ganjil genap.
Meski demikian, ia berharap jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) terus ditambah, terutama di kawasan yang masih minim fasilitas, agar pengguna lebih mudah mengisi daya tanpa harus mengantre lama.
“Lebih mudah mencarinya, enggak susah-susah cari (SPKLU). Kami pengguna tentu mencari untuk cas 24 jam,” tutur Nia.
Nia juga berharap fasilitas pengisian daya dapat tersedia di lebih banyak titik dengan layanan yang beroperasi sepanjang hari agar pengguna tidak kesulitan saat membutuhkan pengisian daya.
“Semoga SPKLU ditambah lagi di titik-titik yang jarang tersedia, supaya pengguna kendaraan listrik lebih mudah mencari tempat untuk mengisi daya,” harap Nia.
