Obrolan Warteg: Kasad, Sosok Jenderal Yang Merakyat

Sabtu 10 Okt 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Sabtu, 10 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Sabtu, 10 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID –TNI adalah tentara rakyat, lahir dari rahim rakyat , senantiasa berjuang untuk kepentingan rakyat serta melakukan pengabdian terbaiknya untuk bangsa dan negara demi menyejahterakan kehidupan masyarakat.

Karenanya TNI, termasuk TNI AD selalu hadir terdepan mengatasi berbagai masalah dan kesulitan yang dihadapi masyarakat dengan memprioritaskan program riil yang benar – benar prorakyat, sangat dibutuhkan masyarakat.

Mulai dari membangun jembatan,hingga kini sudah hampir 5.000 jembatan dibangun di berbagai daerah, renovasi sekolah, rehab panti asuhan dan akta kelahiran, hingga pengelolaan sampah.

Belum lagi TNI AD Manunggal Air dengan membangun sumber titik air untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian yang hingga sekarang sudah terbangun 3.183 titik sumber air.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Menunggu Langkah KPU dan DPR

Berbagai program unggulan ini fokus membantu masyarakat, menjawab kebutuhan masyarakat seperti dikatakan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di sela acara diskusi dengan Pemred media nasional, di Aula  A.H.Nasution, Mabesad, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.

Program dikemas dengan tema “Menenangkan hati dan pikiran rakayat” sebagai cermin negara selalu hadir untuk rakyat.

“Programnya keren banget. Tak berlebihan jika Pak Maruli dikenal sebagai sosok jenderal yang merakyat. Tak hanya peduli dan memahami kebutuhan masyarakat, juga membaur dengan masyarakat, ”ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Beliau sering dijuluki oleh masyarakat sebagai “Jenderal Air” karena kepeduliannya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat,” ujar Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Hadir Bantu Korban Bencana, Ketimbang Merayakan Ulang Tahun

“Nanti mungkin ada julukan baru karena program – program yang merakyat seperti membangun jembatan. Boleh jadi akan mencuat istilah, sang jenderal datang, jembatan baru segera membentang,” urai Heri,

“Tak hanya membaur dengan segala lapisan masyarakat, dengan kalangan pers juga begitu akrab, tak ada jarak, penuh kekeluargaan. Membangun komunikasi tanpa sekat yang dilandasi dengan ketulusan, kejujuran dan keterbukaan. Itu yang saya rasakan dalam beberapa kesempatan bersilaturahmi dengan Pak Maruli,” urai mas Bro.

“Itu terlihat jelas baik dalam pikiran, ucapan dan perbuatan serta gestur tubuh alami yang tidak bisa dimanipulasi,” tambah mas Bro.

“Jadi Pak Maruli, benar – benar sosok tentara rakyat dan merakyat ya?” ujar Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Batik Pakaian Bergengsi, Simbol Kekuatan Budaya Bangsa

“Sepertinya sulit terbantahkan. Hal serupa juga dirasakan oleh teman – teman media lain” jelas mas Bro.

“Semoga keteladanan sebagai tentara rakyat, merakyat dan peduli kebutuhan rakyat menular ke seluruh jajaran TNI AD hingga level terbawah,” kata Heri.

“Itulah perlunya mencetak generasi pemimpin penerus yang tak hanya tangguh, juga dekat dengan rakyat,” kata mas Bro.


Berita Terkait


News Update