“Nanti mungkin ada julukan baru karena program – program yang merakyat seperti membangun jembatan. Boleh jadi akan mencuat istilah, sang jenderal datang, jembatan baru segera membentang,” urai Heri,
“Tak hanya membaur dengan segala lapisan masyarakat, dengan kalangan pers juga begitu akrab, tak ada jarak, penuh kekeluargaan. Membangun komunikasi tanpa sekat yang dilandasi dengan ketulusan, kejujuran dan keterbukaan. Itu yang saya rasakan dalam beberapa kesempatan bersilaturahmi dengan Pak Maruli,” urai mas Bro.
“Itu terlihat jelas baik dalam pikiran, ucapan dan perbuatan serta gestur tubuh alami yang tidak bisa dimanipulasi,” tambah mas Bro.
“Jadi Pak Maruli, benar – benar sosok tentara rakyat dan merakyat ya?” ujar Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Batik Pakaian Bergengsi, Simbol Kekuatan Budaya Bangsa
“Sepertinya sulit terbantahkan. Hal serupa juga dirasakan oleh teman – teman media lain” jelas mas Bro.
“Semoga keteladanan sebagai tentara rakyat, merakyat dan peduli kebutuhan rakyat menular ke seluruh jajaran TNI AD hingga level terbawah,” kata Heri.
“Itulah perlunya mencetak generasi pemimpin penerus yang tak hanya tangguh, juga dekat dengan rakyat,” kata mas Bro.
