Petasan Maulid Bikin Anak Kejang, Warga Pondok Pinang Polisikan Penanggung Jawab Acara

Kamis 08 Okt 2026, 20:44 WIB
Warga Pondok Pinang, Amanda Andono (50) melaporkan insiden petasan saat Maulid Nabi ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)
Warga Pondok Pinang, Amanda Andono (50) melaporkan insiden petasan saat Maulid Nabi ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Warga Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Amanda Andono (50) melaporkan insiden petasan saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW ke Polda Metro Jaya.

"Saya melaporkan lebih ke detail acaranya kemarin. Bahwa saya datang ke sana karena berisik, sehingga dengan adanya petasan kembang api yang segitu besarnya dan itu bukan hanya dari petasan biasa, tapi itu dari mesin," kata Amanda setelah membuat laporan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Oktober 2026.

Amanda menjelaskan, suara petasan dan kembang api dari acara di Jalan Keramat 2, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, terdengar hingga rumahnya, Minggu, 4 Oktober 2026, dini hari. Menurutnya, dentuman berlangsung sejak tengah malam hingga sekitar pukul 01.00 WIB.

Suara dentuman tersebut membuat putrinya yang berusia 12 tahun terbangun dalam kondisi panik dan mengalami kejang. Ia kemudian mendatangi lokasi acara untuk meminta penggunaan petasan dihentikan daan volumenya dikurangi.

Baca Juga: Warga Petamburan Tawuran Buntut Petasan, 2 Gerobak Buah Terbakar

"Sehingga anak saya, ini BCK langsung kaget, bangun, yang kami sudah lelap, jam 12, jam setengah 1 tuh sudah sangat lelap. Kaget, kejang, panik, teriak," ujarnya.

Namun, ia justru mendapat pertanyaan dari sejumlah orang ketika berada di lokasi acara terkait agama dan status domisilinya sebelum akhirnya diminta meninggalkan lokasi.

Saat terjadi keributan, ia juga mengaku mendapat perlakuan kasar hingga didorong dan hampir terjatuh ke got serta pakaian dalamnya robek.

"Saya didorong, ditarik, sampai didorong sampai saya hampir masuk, bukan, saya jatuh ke got. Lalu saya ditarik sampai pakaian dalam saya putus," ucapnya.

Baca Juga: Final FIFA ASEAN Cup 2026, Polda Metro Jaya Terjunkan 10.121 Personel Amankan Laga Timnas Indonesia vs Thailand

Menurut Amanda, anaknya yang berusia 15 tahun kemudian menyusul ke lokasi setelah mengetahui dirinya keluar rumah. Anaknya berusaha melindunginya ketika terjadi keributan, tetapi ikut terkena serangan.


Berita Terkait


News Update