Menghadapi kenyataan yang demikian, penguatan ketahanan mental bukan lagi menjadi tuntutan, tetapi kebutuhan mendesak, utamanya menyiapkan generasi era kini menuju Indonesia Emas.
Baca Juga: Kopi Pagi: Ubah Kerentanan jadi Kekuatan
Generasi penerus akan terancam , jika kesehatan mental anak – anak dan remaja diabaikan, mengingat anak – anak saat ini tumbuh di lingkungan dengan tekanan yang semakin kompleks, di sisi lain belum dibekali kemampuan untuk memahami dan mengelolanya.
Kita tentu tak ingin kehilangan satu generasi karena tumbuh dalam tekanan ancaman kesehatan jiwa – mental yang rapuh. Karenanya kita semua perlu menciptakan lingkungan keluarga, sekolah, dan tempat kerja yang aman, saling mendukung, bukan membully dan menghakimi.
Untuk menjadi bangsa yang besar dan kuat, memasuki Indonesia Emas, membutuhkan generasi penerus yang yang tak hanya unggul secara intelektual, juga tangguh secara mental dan spiritualnya.
Bukan hanya jiwa yang sehat secara medik, waras dan berpikir jernih, namun jiwa perjuangan, jiwa kemandirian, jiwa kewirausahaan, perlu terus dibangun dan dibangkitkan, seperti dikatakan Pak Harmoko dalam kolom “Koi Pagi” di media ini..
Itulah upaya penguatan ketahanan mental yang memerlukan komitmen kuat semua pihak melalui aksi nyata dari para pemangku kepentingan untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat jiwa, raga dan sosialnya, jiwa kejuangannya, berkarakter kuat dan berdaya saing di masa depan.
Kita mesti sadar, karena demikianlah satu-satunya cara mengantarkan Indonesia menjadi negeri sejahtera, Indonesia yang berdaulat, adil makmur di masa depan.
