Baca Juga: BGN Terapkan Aturan 4 Jam, Sudaryono: Lewat Batas, Jangan Dimakan
Pro Kontra Netizen
Langkah uji coba prasmanan ini memantik ragam reaksi publik di media sosial. Sejumlah netizen mempertanyakan efisiensi waktu pelaksanaan prasmanan, sebab alokasi waktu untuk antre, melayani makanan, hingga pembersihan dikhawatirkan akan memotong jam pelajaran efektif siswa di sekolah.
Di sisi lain, publik menyuarakan pentingnya transparansi standar kebersihan dapur SPPG, di mana sebagian netizen berpendapat bahwa konsep prasmanan akan lebih ideal dan terjamin jika diberdayakan melalui kantin sekolah masing-masing.
Perubahan mekanisme penyaluran yang terus berganti ini juga memicu anggapan sinis yang menilai pemerintah masih melakukan uji coba berulang dalam pengelolaan anggaran program skala nasional tersebut.
Perubahan skema MBG menjadi prasmanan memang membawa angin segar bagi kualitas dan kesegaran santapan siswa. Namun, keberhasilannya akan sangat bergantung pada sejauh mana BGN dan sekolah mampu mengatasi kendala waktu, higienitas, serta merespons masukan dari masyarakat. (m6)
Baca Juga: Kasus Keracunan Massal MBG Terulang, Sertifikat Laik Higiene SPPG Panyandaan Terancam Dicabut